Rabu, 5 Agustus 2015

Kasus Kecelakaan Dul Cermin Pentingnya Sistem dalam Keluarga

Kamis, 12 September 2013 09:04

Kasus Kecelakaan Dul Cermin Pentingnya Sistem dalam Keluarga
http://health.kompas.com
Mobil Daihatsu Gran Max B 1349 TFM yang bertabrakan dengan mobil Lancer B 80 SAL yang dikemudikan putra bungsu Ahmad Dhani dan Maia Estianty, Abdul Qodir Jaelani dalam kondisi ringsek akibat kecelakaan di Tol Jakarta-Bogor, diamankan di Satlantas Wilayah Jakarta Timur, Minggu (8/9/2013). Kecelakaan yang melibatkan tiga mobil yaitu Mitsubishi Lancer B 80 SAL, Gran Max B 1349 TFN dan Avanza B 1882 UZJ ini mengakibatkan enam orang meninggal dunia dan sebelas orang luka-luka.

SRIPOKU.COM  - Kasus kecelakaan maut yang menimpa Abdul Qadir Jaelani alias Dul (13), putra bungsu musisi Ahmad Dhani, dinilai psikolog Kasandra Putranto merupakan cermin pentingnya penerapan sistem dalam keluarga.

Pada kasus Dul, terlepas dari latar belakang keluarganya yang mengalami perceraian, penerapan sistem keluarga mungkin belum berjalan dengan baik. Alhasil, di usia yang masih sangat belia, Dul dapat mengemudikan kendaraan di malam hari tanpa pengawasan orang tua, yang pada akhirnya memicu terjadinya kecelakaan maut yang menewaskan enam orang.   

“Sebetulnya perceraian tidak masalah asal sistem sudah berjalan baik. Kita tidak bisa menyalahkan perceraian orangtua, di tengah masyarakat yang sangat permisif," ungkap Kasandra saat dihubungi di Jakarta Senin (9/9/2013).

Sistem dalam keluarga, terang Kasandra, seyogyanya akan mengajarkan anak untuk hormat dan patuh terhadap peraturan yang ada. Sistem dalam keluarga jugalah yang pertama mengajari anak bertanggung jawab.

Nilai-nilai baik di dalam keluarga pun akan diterapkan seorang anak dalam kehidupan bermasyarakat hingga ia tumbuh dewasa. Keluarga pula, kata Kasandra, yang pertama kali mengajarkan keluarga dan tanggung jawab berjalan seimbang.

“Memiliki kendaraan bermotor berarti siap menerima tanggung jawab yang ada, tidak hanya hati-hati tapi juga cermat. Oleh karena itulah, memiliki kendaraan bermotor tidak sesuai bila belum dewasa,” katanya.

Fenomena anak usia 13 tahun mengemudi dan memiliki kendaraan bermotor, menurut Kasandra, kini sudah dianggap hal biasa. Kondisi ini timbul akibat sistem hukum yang tidak tegas dan masyarakat yang permisif.

Halaman12
Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas