• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 26 Juli 2014
Sriwijaya Post

Mafia Tanah "Ancam" Kapolresta Palembang

Kamis, 29 Agustus 2013 20:41 WIB

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Terkait proses hukum terhadap Asrul Indrawan (37), tersangka sindikat mafia pemalsuan surat tanah yang kini berkasnya masih ditangani penyidik Unit Harda Sat Reskrim Polresta Palembang, mendapatkan perlawan hukum.

Kali ini tersangka Asrul melalui kuasa hukumnya, mengancam akan melapor ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) RI. "Perlu diketahui, Asrul Indrawan klien kami sebelumnya sebagai telapor pada kasus yang sama. Namun laporan Asrul tidak ditanggapi polisi. Asrul melapor ke Polda Sumsel sesuai nomor LPB/348/V/2013 /SUMSEL tanggal 31 Mei 2013," ujar Mualimin Pardi Dahlan SH, kuasa hukum tersangka Asrul Indrawan, kepada Sripoku,com di Kantor Hukum MPD & Rekan di Jalan Merdeka Palembang, Kamis (29/8/2013).

Ditegaskan Mualimin, Asrul sebagai kliennya akan mengajukan dua upaya hukum sebagai langkah penghentian proses penyidikan. Pertama mengajukan surat keberatan kepada Kapolresta Palembang dan surat permohoan perlindungan hukum kepada Kapolda Sumsel. Seharusnya penyidik Polresta Palembang menunda dahulu penyidikannya sampai dengan sudah adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap terkait laporan Asrul di Polda Sumsel.

"Jika upaya keberatan dan permohonan Asrul tidak ditanggapi, maka kami segera melapor ke LPSK. Bahkan biar perlu akan melakukan upaya praperadilan atau perdata, atas proses hukum Asrul yang tidak mematuhui prosedur penyidikan hukum," ujar Mualimin.

Sementara itu ketika dimintai tanggapan, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Djoko Julianto menegaskan proses hukum terhadap tersangka Asrul sesuai prosedur. Bahkan berkas kasus tersangka Asrul sudah masuk tahap dua dan secepatnya akan dilimpahkan ke pihak kejaksaan.

"Memang tersangka Asrul sebagai pelapor di Polda Sumsel dan prosesnya penyidik Polda yang menanganinya. Tapi di Polresta tersangka Asrul sebagai terlapor. Bahkan laporan terhadap tersangka Asrul ada empat laporan kasus penipuan yang masuk ke Sat Reskrim Polresta Palembang," tegas Djoko.

Seperti diberitakan sebelumnya, jajaran petugas penyidik Unit Harda Sat Reskrim Polresta Palembang pimpinan Ipda Deli Haris berhasil membongkar sindikat pemalsuan surat-surat tanah atas tersangka Asrul Indrwan (37) dan Awang (49).

Sertifikat yang dipalsukan Asrul dan Awang, merupakan sertifikat tanah yang berlokasi di Jalan Brigjen H Kasim simpang Celentang yang luas tanah 6.700 meter persegi. Keduanya pun berusaha menyerobot tanah yang dipalsukan, namun aksi keduanya berhasil diungkap petugas atas laporan pemilik tanah yang sah.

Penulis: Welly Hadinata
Editor: Hendra Kusuma
Sumber:
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas