• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 22 Oktober 2014
Sriwijaya Post

Wilayah Kabupaten OKI Rentan Kebakaran Hutan dan Lahat

Selasa, 27 Agustus 2013 18:33 WIB
Wilayah Kabupaten OKI Rentan Kebakaran Hutan dan Lahat
TRIBUNSUMSEL/ANDI AGUS TRIYONO
Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan di salah satu kabupaten di Sumsel. 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG - Sekda OKI, Ir H Ruslan Bahri MT, Selasa (27/8/2013) mengakui bahwa memang Kabupaten OKI merupakan salah satu wilayah yang rawan terjadi kebakaran hutan.

“Karena wilayah kita sangat luas, kemudian banyak didominasi perkebunan, kemudian ada lahan hutan tanaman industri yang merupakan lahan gambut, jika masuk musim kemarau rawan terjadi kebakaran, tetap saat ini masih nihil titik api di OKI, jika memang ada kita sudah mengantisipasinya,” tambahnya.

Dikatakannya, wilayah OKI selama beberapa tahun terakhir kerap menjadi langganan kebakaran lahan. Dengan luas wilayah Kabupaten mencapai 1.902.350 hektar, dari luas wilayah itu 70 persen merupakan lahan rawa-rawa, sementara hutan di wilayah OKI mencapai 924.390 hektar.

“Warga juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran dalam membuka kebun baru, sebab asap hasil pembakaran tersebut selain merugikan diri sendiri juga orang lain karena mengganggu pernafasan,” tandasnya.

Sedangkan Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten OKI Alibudin menuturkan, sampai saat ini baru 42 titik api yang terpantau di wilayah Kabupaten OKI. “Walaupun demikian, kita sudah menyiagakan unit penanggulangan kebakaran terutama di perusahaan-perusahaan perkebunan, Hutan Tanaman Industri (HTI) dan lainnya dalam wilayah Kabupaten OKI,” ungkap Alibudin.

Untuk mengantisipasi jangan sampai terjadi kebakaran hutan yang meluas, pihaknya akan menyiapkan tim-tim penanggulangan kebakaran hutan, bekerjasama juga dengan Manggala Agni.

“Tim dari perusahaan-perusahaan, mereka juga memiliki regu-regu pemadaman yang
siap dikerahkan, selain itu ada regu yang dinamai RKDP atau regu kebakaran desa terlatih yang tersebar di 18 kecamatan,” sebutnya.

Penulis: Mat Bodok
Editor: Soegeng Haryadi
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
387722 articles 17 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas