Selasa, 25 November 2014
Sriwijaya Post

Ibu Guru Meregang Nyawa di Halaman Rumah

Sabtu, 24 Agustus 2013 19:55 WIB

Ibu Guru Meregang Nyawa di Halaman Rumah
ISTIMEWA
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM - Nasriya (45), warga Desa Alue Kuyun, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Jumat (23/8/2013) sekitar pukul 10.00 WIB ditemukan tewas bersimbah darah dengan kondisi leher yang nyaris putus. Guru SD negeri ini dibacok berkali-kali oleh Abdul Malik (21) yang merupakan tetangganya sendiri setelah terlibat cekcok.

Karena dihujani bacokan dan tebasan dengan parang tajam, wanita yang berstatus PNS itu pun langsung meregang nyawa di halaman rumahnya.

Kejadian ini membuat geger masyarakat di wilayah ini, mengingat antara pelaku dan korban bertetangga dekat. Saat polisi tiba di lokasi, korban sudah tak lagi bernyawa.

Berdasarkan hasil visum et repertum yang dilakukan petugas medis di loaksi kejadian, ditemukan sedikitnya tiga lokasi tebasan parang di tubuh korban, masing-masing di tangan, punggung, dan leher. Banyaknya darah yang mengucur menyebabkan korban tewas di tempat.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Serambi dari sejumlah warga di lokasi kejadian maupun aparat kepolisian, Nasriya ditebas Abdul Malik setelah keduanya terlibat cekcok di halaman rumah korban.

Sebelumnya, Abdul Malik baru saja pulang ke rumah dari kebun seusai menderes karet. Ia sempat pamitan kepada ibunya untuk membeli rokok di warung terdekat dari rumahnya. Di dalam perjalanan, pelaku bertemu dengan Nasriya. Tak jelas apa yang mereka pertengkarkan, tiba-iba perang mulut menjadi kian sengit.

Pelaku yang saat membeli rokok pun tetap membawa parang, langsung saja menebaskan senjata sepanjang 70 centimeter itu ke tubuh korban, sehingga terpekik menahan sakit. Nasriya berteriak-teriak minta tolong. Beberapa tetangganya menyaksikan adegan yang memiriskan hati itu.

Tetangga korban tak berani memberikan pertolongan, karena khawatir menjadi sasaran amuk pelaku. Bahkan ketika melihat leher korban nyaris putus dan darah memancar, seorang saksi mata pingsan.

Sejumlah warga berupaya menghubungi polisi. Sedangkan Abdul Malik, sang pelaku, hanya terdiam setelah menyaksikan korbannya tak lagi berkutik. Ia langsung dibawa abang kandungnya ke Alue Bilie untuk diserahkan kepada polisi.

Setiba di Mapolsek Darul Makmur pelaku langsung diamankan polisi. Dari tangannya disita barang bukti berupa sebilah parang dan bajunya yang berlumuran darah. Polis pun melakukan olah tempat kejadian.

“Kasus ini masih kita selidiki. Dugaan sementara kemungkinan pelaku dendam kepada korban,” kata Kapolres Nagan Raya AKBP Gunawan Eko Susilo SIK melalui Kapolsek Darul Makmur Iptu Suprianto menjawab Serambi kemarin petang.

Menurut warga setempat, selama ini terlihat antara pelaku dengan korban akur-akur saja sebagai tetangga. Warga masih penasaran apa yang menyebabkan pelaku begitu emosi sehingga tega membunuh tetangganya yang berprofesi sebagai guru.

Guna menghindari amuk massa terhadap pelaku, tadi malam pelaku diboyong dari polsek setempat ke Mapolres Nagan Raya. Di sanalah ia diamankan sekaligus diinterogasi lebih lanjut.

“Situasi masyarakat setelah kejadian ini terlihat panas, mereka tak terima perlakuan pelaku,” pungkas Iptu Suprianto.

Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Tribunnews

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas