SriwijayaPost/

Pemilihan Bupati Empatlawang

Ari Sebut Proses Sidang MK Sangat Transparan

Alhamdulillah Tim MK memenuhi permohonan kita seluruhnya. Sidang ini sengketa Pilkada hitung-hitungan suara.

Ari Sebut Proses Sidang MK Sangat Transparan
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Ari Yusuf Amir SH MH 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Tim Kuasa Hukum H Budi Antoni dan Syahril Hanafiah, Ari Yusuf Amir SH MH menyatakan rasa syukurnya atas putusan Mahkamah Konstitusi sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Kepala Daerah Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan yang memenuhi seluruh permohonan gugatannya, Rabu (31/7/2013).

"Alhamdulillah Tim MK memenuhi permohonan kita seluruhnya. Sidang ini sengketa Pilkada hitung-hitungan suara. Ini sangat transparan prosesnya. Semua pihak baik itu pemohon, KPU dan pihak terkait (Joncik Muhammad-Ali Halimi) menyaksikan langsung perhitungan tersebut. Terbukti ada penggelembungan suara tersebut atas dasar melihat dari pembukaan kotak suara di 38 TPS," ungkap Ari Yusuf Amir SH MH.

Dari situ kata Ari, kelihatan bahwa terjadi di Kecamatan Muarapinang dengan hasil berbeda dengan TPS.

"Terbukti bahwa terjadi penggelembungan di tingkat keluarga dan kecamatan. Ini menepis semua isu negatif proses persidangan karena terbuka untuk umum dan faktual, hitung-hitungan," katanya.

Hasil Putusan MK menyatakan pasangan No 1 H Budi Antoni dan Syahril Hanafiah mendapat 63.027 suara, pasangan No 2 Joncik Muhammad-Ali Halimi mendapat 62.051 suara, dan pasangan No 3 Samsul Bahri-Ahmad Fahruruzam dapat 3.456 Suara.

Sidang ini merupakan tindak lanjut dari putusan sela MK nomor 71/PHPU.D-XI/2013 Kabupaten Empat Lawang yang diputus pada 8 Juli 2013 lalu.

Sebelumnya, hasil rekapitulasi KPU telah menetapkan pasangan Joncik Muhammad-Ali Halimi sebagai pemenang setelah memperoleh 63.527 suara. Sedangkan pasangan Budi Antoni Aljufri-Syahril meraih 62.975 suara atau selisih 552 suara sah. Sementara pasangan Samsul Bahri-Ahmad Fahruruzam hanya meraih 3.453 suara dari total suara sah sebanyak 129.955.

"Kenapa dibuka semua TPS karena ada keganjilan di TPS-TPS tersebut dengan cara kita menganalisa C1 yang kita punya dan di dalam persidangan. C1 yang dimiliki Panwas Kecamatan dan Panwas Kabupaten sesuai dengan yang kita miliki. Ada C1 yang tidak benar yang disampaikan di KPU oleh karena itu hakim MK memerintahkan untuk membuka kotak dari 38 TPS tersebut. Permohonan kita dengan dasar yang kuat," paparnya.

Terlihat selisih suara yang signifikan selisih. Pasangan No 1 bertambah 52 suara. Pasangan No 2 berkurang 1.476 suara.

"Sehingga totalnya kita yang menang 976 suara. Dengan hasil kemenangan pasangan No 1 63.027 suara. Pasangan No 2 62.051 suara. Putusan ini final dan mengikat. Memerintahkan KPU mencabut SK yang lama dan membuat putusan yang baru sesuai dengan Keputusan MK. Kita berharap KPU segera melaksanakan keputusan MK ini. Kepada masyarakat Empat Lawang agar menerima putusan MK karena inilah proses demokrasi sah secara hukum," ujar pengacara asli kelahiran Palembang.

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Sudarwan
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help