• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Sriwijaya Post

Atlet Pelatnas Bulutangkis Absen di ISG

Selasa, 30 Juli 2013 16:53 WIB
Atlet Pelatnas Bulutangkis Absen di ISG
SRIPOKU.COM/HENDRA KUSUMA
Apriadi, Pelaksana Tugas (Plt) Pengprov PBSI Sumsel

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Atlet bulutangkis Indonesia yang tergabung dalam Pelatnas SEA Games 2013, kemungkinan tidak ambil bagian dalam ajang Islamic Solidarity Games (ISG) yang berlangsung di Palembang, Sumsel 22 September-1 Oktober 2013 mendatang.

Sebab, Sony Dwi Kuncoro dkk lebih fokus kepada persiapan SEA Games Myanmar 2013. Fokus mereka lebih kepada pertandingan-pertandingan agenda bulutangkis dalam kalender resmi.

"Sebab ISG ini bukan kalendaer resmi, sebenarnya lebih kepada sebuah event dari silaturahmi dari negara-negara Islam. Kemungkinan yang turun nanti atlet lapis ketiga, itu informasi sementara yang kita dapatkan dari pihak PB PBSI," jelas Plt Pengprov PBSI, Apriadi kepada Sripoku.com, Selasa (30/7/2013).

Menurut Apriadi, ada sembilan negara yang ambil bagian dalam ajang ISG untuk cabor bulutangkis. Yakni, Azarbaijan, Egyiptian, Irak, Maladewa, Uganda, Turki, Tajikistan, Turkmenistan dan Indonesia dengan waktu pertandingan 22-29 September di GOR Ranau Jakabaring Sporti City (JSC).

"Memperebutkan 7 emas dan perak serta 14 perunggu. Jika melihat negara yang turut serta, maka kemungkinan besar atlet pelatnas SEA Games tidak ikut serta. Karena pihak PB PBSI sudah mengatakan para atlet pelatnas sudah memiliki agenda tersendiri, dan jika ikut dalam ISG dikhawatirkan mengganggu persiapan SEA Games," jelas Apriadi.

Namun Apriadi menilai , absen atlet pelatnas justru membuat lebih semarak, karena akan menjadi ajang pembuktian bagi atlet-atlet bulutangkis usia muda. Selain itu bagi Sumsel, ajang ISG ini diyakini akan memberikan dampak besar bagi kemajuan Sumsel.

"Karena mereka banyak dari negara Timur Tengah dan Afrika serta negara-negara Islam yang kaya. Bisa jadi ke depan mereka akan tertarik untuk berinvestasi di Sumsel," jelas Apriadi.

Menurut dia, ISG adalah moment paling baik bagi Sumsel karena akan memberikan dampak besar bagi perekonomian, sebagai contoh usai SEA Games, Palembang kini menjadi tujuan dari beberapa event besar dan juga banyak investor yang menanam modalnya.

"Ini menunjukkan bahwa setiap pelaksanaan event besar memberikan dampak yang positif," jelas Apriadi.

Sementara itu dari Panitia ISG sendiri sudah resmi karena sudah ada Keputusan Presiden (Keppres) total ada 200 panitia yang masuk dalam kepanitian ISG.

"Sehubungan dengan waktu yang telah mendesak, kita akan terus melakukan segala upaya. Siang malam lah kita akan terus melakukan persiapan," jelas Ketua Umum KONI Sumsel, H.Muddai Madang.

Menurut Muddai kepanitiaan ISG, sudah disusun besok sudah ditandatangani oleh Gubernur Sumsel dan jumlahnya mencapai 150 hingga 200 orang.

Penulis: Hendra Kusuma
Editor: Sudarwan
Sumber:
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas