Minggu, 29 Maret 2015

Atlet Pelatnas Bulutangkis Absen di ISG

Selasa, 30 Juli 2013 16:53 WIB

Atlet Pelatnas Bulutangkis Absen di ISG
SRIPOKU.COM/HENDRA KUSUMA
Apriadi, Pelaksana Tugas (Plt) Pengprov PBSI Sumsel

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Atlet bulutangkis Indonesia yang tergabung dalam Pelatnas SEA Games 2013, kemungkinan tidak ambil bagian dalam ajang Islamic Solidarity Games (ISG) yang berlangsung di Palembang, Sumsel 22 September-1 Oktober 2013 mendatang.

Sebab, Sony Dwi Kuncoro dkk lebih fokus kepada persiapan SEA Games Myanmar 2013. Fokus mereka lebih kepada pertandingan-pertandingan agenda bulutangkis dalam kalender resmi.

"Sebab ISG ini bukan kalendaer resmi, sebenarnya lebih kepada sebuah event dari silaturahmi dari negara-negara Islam. Kemungkinan yang turun nanti atlet lapis ketiga, itu informasi sementara yang kita dapatkan dari pihak PB PBSI," jelas Plt Pengprov PBSI, Apriadi kepada Sripoku.com, Selasa (30/7/2013).

Menurut Apriadi, ada sembilan negara yang ambil bagian dalam ajang ISG untuk cabor bulutangkis. Yakni, Azarbaijan, Egyiptian, Irak, Maladewa, Uganda, Turki, Tajikistan, Turkmenistan dan Indonesia dengan waktu pertandingan 22-29 September di GOR Ranau Jakabaring Sporti City (JSC).

"Memperebutkan 7 emas dan perak serta 14 perunggu. Jika melihat negara yang turut serta, maka kemungkinan besar atlet pelatnas SEA Games tidak ikut serta. Karena pihak PB PBSI sudah mengatakan para atlet pelatnas sudah memiliki agenda tersendiri, dan jika ikut dalam ISG dikhawatirkan mengganggu persiapan SEA Games," jelas Apriadi.

Namun Apriadi menilai , absen atlet pelatnas justru membuat lebih semarak, karena akan menjadi ajang pembuktian bagi atlet-atlet bulutangkis usia muda. Selain itu bagi Sumsel, ajang ISG ini diyakini akan memberikan dampak besar bagi kemajuan Sumsel.

"Karena mereka banyak dari negara Timur Tengah dan Afrika serta negara-negara Islam yang kaya. Bisa jadi ke depan mereka akan tertarik untuk berinvestasi di Sumsel," jelas Apriadi.

Halaman12
Penulis: Hendra Kusuma
Editor: Sudarwan
Sumber:
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas