• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 24 Oktober 2014
Sriwijaya Post

Belasan Tahun Sengketa Lahan di OKI tak Kunjung Selesai

Kamis, 25 Juli 2013 06:06 WIB

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG – Kasus sengketa lahan plasma antara warga Desa Sungai Belida Kecamatan Lempuing dengan PT Bulu Cawang Plantation (BCP) sudah 13 tahun tak kunjung selesai. Sama halnya, permasalahan warga Desa Cinta Jaya dengan PT Gading Cempaka Graha (GCG) juga tidak ada titik temunya hingga permasalahan terus bertambah.

Kendati kedua kasus lahan tersebut sudah sampai ke meja presiden RI dan Komnas HAM, namun hingga saat ini kasus yang dituntut dua kelompok yakni, kelompok M Jais dari Desa Sungai Belida Lempuing terhadap PT BCP dan kelompok Kms Edi Wijaya dari Desa Cinta Jaya Pedamaran terhadap PT GC belum ada titik temu.

Dr Ansori Sinongan selaku Komisioner Komisi Nasional (Komnas) Hak Azasi Manusia (HAM) beserta rombongan, Rabu (24/7/2013) telah melakukan rapat bersama jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ilir (OKI). Komnas HAM ditunjuk sebagai mediator oleh masyarakat Desa Sungai Belida, Kecamatan Lempuing OKI yang bersengketa dengan PT Buluh Cawang Plantation (BCP), serta masyarakat Desa Cintajaya, Kecamatan Pedamaran OKI yang bersengketa dengan PT Gading Cempaka Graha.

Menurut Dr Ansori, pihaknya banyak sekali menemukan permasalahan sengketa lahan di wilayah Indonesia, termasuk di Kabupaten OKI ini. “Seperti kami menyelesaikan sengketa di Jambi, permasalahan utamanya adalah kekurangan plasma untuk masyarakat, sehingga masyarakat yang tidak mendapatkan plasma mengklaim hak atas tanahnya,” ujar Ansori dalam pertemuan yang dibuka Wabup OKI, H Engga Dewata Zainal SSos dan dihadiri oleh Asisten I, Drs Edwar Chandra, Kabag Pertanahan Suhaimi dan sejumlah camat dan kades serta masyarakat.

Penulis: Mat Bodok
Editor: Soegeng Haryadi
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
362742 articles 17 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas