Minggu, 23 November 2014
Sriwijaya Post

DPO Sejak 2007 Tewas Ditembak

Rabu, 24 Juli 2013 08:26 WIB

DPO Sejak 2007 Tewas Ditembak
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Salah seorang pelaku perampokan Edi, dirawat di RSUD Dr HM Rabain Muaraenim setelah ditembak petugas di kedua kakinya, Selasa (23/7/2013). 

SRIPOKU.COM, MUARAENIM - Oleh karena menyerang petugas dengan parang, Darwis (40) warga Pelita Talang Nanas, Kelurahan Talang Ubi Timur, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), tewas ditempat setelah ditembus dua butir peluru di perut
dan paha kanannya. Sedangkan rekannya Edy (40) berhasil dilumpuhkan setelah dua butir peluru bersarang di paha dan kaki kirinya, Selasa (23/7/2013) sekitar pukul 00.30.

Kedua pelaku yang sebelumnya komplotan yang berjumlah lima orang ini dan sudah menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) 2007. Mereka terlibat dalam beberapa aksi kriminal di wilayah Talang Ubi.

Terakhir aksi komplotan ini adalah merampok Mbah Jikem (60), warga Talang Akar, Talangubi, sekitar satu minggu lalu. Mbah Jikem mengalami kerugian enam suku emas dan uang tunai Rp 6,5 juta.

Terungkapnya identitas komplotan ini berawalnya tertangkapnya salah seorang pelakunya yakni Sony Dianmarta (26), warga Desa Talang akar, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI. Setelah itu dilakukan pengembangan, dan berhasil menangkap Darwis dan Edy dirumahnya. Namun pada saat menangkap Darwis, ternyata pelaku memberikan perlawanan meskipun sudah diberikan tembakan peringatan. Bahkan salah seorang petugas Polsek Talangubi Briptu Rino, nyaris celaka kena bacok jika petugas tidak cepat bertindak dengan menembak tersangka dibagian perut dan kaki sehingga akhirnya tewas.

Sedangkan rekannya tersangka Edy, juga berhasil dibekuk didekat rumahnya tidak jauh dari rumah tersangka Darwis. Bahkan sempat terjadi kejar-kejaran antara petugas dan tersangka yang berniat melarikan diri.

Petugas sempat melepaskan tembakan peringatan, namun tidak digubris. Tersangka berhasil dilumpuhkan setelah dua butir peluru bersarang di paha kiri dan betis kanannya. Sementara untuk dua pelaku lainnya MR dan HT, berhasil melarikan diri.

Dari keterangan pelaku Sony, bahwa dirinya baru pertama kalinya melakukan aksi perampokan bersama rekan-rekannya. Kalau perannya hanya mengawasi target yang akan dirampok serta memonitor situasi lingkungan. Ketika beraksi komplotannya memang selalu menggunakan sebo (penutup muka).

Lain halnya pengakuan, Edi bahwa ia mengelak kalau dikatakan anggota komplotan perampokan Darwis Cs. Bahkan ia merasa tidak tahu menahu dengan aksi perampokan tersebut. Namun ia tidak menampik jika pernah berurusan dengan pihak berwajib dalam kasus penganiayaan berapa tahun silam.

“Aku tidak merampok, aku dak tahu menahu.Tiba-tiba aku ditangkap. Kalu merampok tidak pernah, kalau kasus penganiayaan memang pernah,” aku Edi.

Kapolres Muaraenim AKBP Muhammad Aris didampingi Kapolsek Talang Ubi AKP Zai’an ZL dan Kanit Reskrim Ipda Roni Hermawan, mengatakan jika Komplotan tersebut berjumlah lima orang. Satu pelaku terpaksa ditembak dan akhirnya tewas karena melawan dan membahayakan anggota. Bahkan petugasnya sempat bergulat menyelamatkan rekannya. Sedangkan satunya kita lumpuhkan juga karena mencoba melarikan diri.

"Kita terpaksa tegas, sebab komplotan ini cukup kejam dan aksinya sangat meresahkan warga. Apalagi mereka ini sudah DPO sejak tahun 2007 lalu," tukasnya.

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Soegeng Haryadi

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas