Pemilihan Bupati Empatlawang

Aparat BKO di Empatlawang Mulai Jenuh

Kejenuhan ini mulai terasa, karena mereka merasa sejauh ini tugas mereka belum begitu difungsikan.

Aparat BKO di Empatlawang Mulai Jenuh
SRIPOKU.COM/WILLIEM WIRA KUSUMA
Sejumlah petugas dari Polda Sumsel yang berjaga-jaga di kediaman Bupati Empatlawang, H Budi Antoni Aljufri.

SRIPOKU.COM, TEBINGTINGGI - Tarik ulurnya pengumuman putusan dari Mahkamah Konstitusi (MK) terkait perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilkada Empatlawang yang memakan waktu cukup lama, tidak hanya disesalkan warga, namun juga aparat yang di-BKO-kan ke Empatlawang.

Petugas yang sejak dua pekan lalu siaga untuk menjaga stabilitas keamanan pra-pasca putusan MK ini sudah merasa jenuh.

Kejenuhan ini mulai terasa, karena mereka merasa sejauh ini tugas mereka belum begitu difungsikan. Karena sejauh ini, belum ada tanda akan adanya pengerahan massa salah satu kandidat. Sementara biaya hidup mereka, dalam artian kebutuhan sehari-hari belum dicairkan.

"Pengamanan yang difokuskan ke pasca putusan MK, karena potensi konflik terjadi setelah putusan. Namun, karena seringkali diundur, sehingga rentang waktu pengamanan juga bertambah. Apalagi hingga saat ini dana pengamanan belum turun," ungkap salah seorang petugas.

Penulis: Wiliem Wira Kusuma
Editor: Sudarwan
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help