Rabu, 29 April 2015

Sidang MK, ESP-WIN Mohon Pilgub Sumsel Batal

Kamis, 27 Juni 2013 11:15

Sidang MK, ESP-WIN Mohon Pilgub Sumsel Batal
SRIPOKU.COM/SUTRISMAN DINAH
Surat gugatan terhadap hasil Pemilukada Sumsel oleh pasanngan calon Kepala Daerah Eddy Santana Putra-Anisja Djuita Suprijanto.

SRIPOKU.COM, JAKARTA - Dua pasangan calon Gubernur Sumsel Eddy Santana Putra dan calon Wagub Anisja Djuita Supriyanti, serta pasangan Herman Deru-Maphilinda, meminta Mahkamah Konstitusi (MK) membatalkan dan mengulang pemilihan gubernur Sumsel.

Sidang MK dipimpin Ketua Aqil Muchtar, berlangsung Kamis (27/06/2013) siang, mendengarkan permohonan yang diajukan kuasa hukum Eddy Santana Putra-Anisja Djuita dari Kantor Hukum Munarman-Doak & Partners, dan kuasa hukum pasangan Herman Deru-Maphilinda.

Sementara pasangan calon gubernur Iskandar Hasan dan Hafizs Thohir, di hadapan hakim MK menyatakan mencabut permohonan yang sudah diajukan tanggal 18 Juni 2013. Kuasa hukum Iskandar dan Hafisz, Riwan Saiman, mencabut permohonan dengan alasan Hafisz Thohir tidak memberikan persetujuan atas permohonan tersebut yang saat ini sedang berada di luar negeri.

Menurut kuasa hukum ESP-Win, Pilgub Sumsel telah terjadi pelanggaan dan kecurangan yang dilakukan secara sistematis. Kecurangan dan pelanggaran itu terjadi penggelembungan daftar pemilih tetap, dan penerbitan undangan memilih. Juga terjadi, "Manipulasi rekapitulasi oleh KPU Palembang, Kabupaten Musirawas, Lahat, Musi Banyuasin OKU-Timur dan. OKU-Selatan," demikian resume permohonan sengketa.

Kuasa hukum ESP-Win mengungkapkan adanya penggunaan dana APBD Sumsel. Dana APBD digunakan untuk sosialisasi calon di sejumlah media massa di Palembang dan kabupaten di Sumsel. Pembuatan leaflet dan selebaran, penerbitan koran Jumat, bilboard dan baliho.

Dalam permohonannya, Tim ESP-Win meminta kepada MK untuk memerintahkan KPU Sumsel dan Bawaslu Sumsel mengawasi pemungutan suara ulang sesuai kewenangannya.

Sebelumnya, tiga calon memasukkan permohonan pada tanggal 18 Juni lalu atau menjelang tenggat waktu berakhirnya pengajuan keberatan atas penetapan KPU Sumsel. Permohonan diajukan ketiga pasang calon melalui Mahkamah Konstitusi, lembaga yang berhak mengadili sengketa pemilihan umum. Pasangan ESP-Win, secara resmi telah mengajukan berkas permohonan pembatalan keputusan KPU Sumsel.

Halaman12
Penulis: Sutrisman
Editor: Soegeng Haryadi
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas