Bursa Saham RI Babak Belur Dihajar The Fed
Pasar modal Indonesia semakin babak belum di tengah ketidakpastian pengumuman kenaikan harga BBM bersubsidi dari pemerintah.
SRIPOKU.COM, JAKARTA - Pasar modal Indonesia semakin babak belum di tengah ketidakpastian pengumuman kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dari pemerintah. Rencana The Fed yang akan mencabut progranm stimulus membuat indeks babak belur,
Sepanjang perdagangan hingga jelang penutupan, IHSG sempat ambruk hingga 186,8 poin ke level 4.619,84. Hingga pukul 15:04 WIB, indeks masih bergulat di zona merah dengan bertengger di 4.639,94.
Transaksi perdagangan saham kali ini terbilang sepi dengan hanya mencatat nilai Rp 5,13 miliar.
"Itu karena The Fed kurangi stimulusnya dan akan berakhir pada pertengahan tahun depan," kata Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada dalam pesan singkatnya kepada Liputan6.com, Kamis (20/6/2013).
Reza menambahkan tak hanya bursa saham, rencana The Fed mencabut kebijakan stimulus juga telah membuat nilai tukar rupiah kembali melemah. Rupiah bahkan sempat menembus 10.553 per dolar AS pada perdagangan non delivery forward (NDF).
Seperti diketahui, pertemuan the Fed semalam memutuskan untuk mulai memberhentikan secara bertahap program stimulus pada tahun ini. Lebih jauh, Bank Sentral Negara Paman Sam itu juga berencan menghentikan seluruhnya program pembelian obligasi pada pertengahan tahun depan,
The Fed menyatakan akan secara bertahap mengurangi pembelian obligasi dari pasar uang sebesar US$ 85 juta per bulan hingga akhir tahun ini.
Jika kondisi ekonomi AS menunjukan adanya perbaikan, The Fed memastikan akan menghentikan program stimulus yang telah memberi likuditas cukup banyak pada pasar keuangan dunia.(Shd)
Sumber: Liputan6.com