REI Minta Bantu Pemkab Muaraenim Bangun Rumah Murah
DPC REI Muaraenim meminta bantuan Pemkab Muaraenim untuk mengembangkan rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM, MUARAENIM - Untuk percepatan pengembangan rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), DPC Real Estate Indonesia (REI) Kabupaten Muaraenim siap merealisasikan jika dibantu oleh Pemkab Muaraenim.
"Kami siap membantu mewujudkannya, asal didukung oleh masyarakat terutama Pemkab Muaraenim," kata Ketua DPC REI Muaraenim Ir Heri Gustinus didampingi Sekretarisnya M Nasir Amin di Muaraenim, Rabu (19/6/2013).
Menurut Heri, saat ini sebagian masyarakat Kabupaten Muaraenim terutama masyarakat yang berpenghasilan rendah dan keluarga muda, belum memiliki rumah sendiri.
Mereka terpaksa mengontrak dan menumpang. Hal tersebut dikarenakan masih mahalnya harga lahan dan perumahan yang ada saat ini sehingga tidak terjangkau dengan penghasilan mereka. Padahal rumah atau tempat tinggal yang layak merupakan kebutuhan sandang yang wajib dimiliki oleh seseorang.
"Kita kadang-kadang kasihan, diusia tua, masih banyak masyarakat yang belum punya sendiri rumah. Bahkan ada yang sampai beranak cucu, tetapi hidupnya masih mengontrak," ujarnya.
Atas permasalahan tersebut, lanjut Heri, pihaknya merasa terpanggil untuk membantu program pemerintah yakni dengan membangunkan rumah murah. Sebab setiap tahun semakin banyak kebutuhan rumah tersebut. Namun kegiatan tersebut harus didukung oleh semua pihak terutama Pemkab Muaraenim sebagai perpanjangan tangan pemerintah dan pembuat kebijakan.
Adapun bentuk kerjasama itu yakni Pemkab Muaraenim yang menyediakan lahan atau lokasi akan dibangunnya rumah murah, termasuk seluruh perizinannya serta sarana dan prasarana infrastrukturnya. Sedangkan pihaknya yang akan membangun rumahnya.
Selain itu juga kata Heri, dalam pengajuan KPR oleh calon pembeli rumah harus dipermudah, termasuk alam proses pemecahan atau balik nama sertifikat hak milik (SHM) di Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang katanya sudah terkoneksi jaringan dengan BPN Pusat.
"Jika ingin berhasil hal harus bersinergi antara pemerintah pusat dan daerah serta pihak pengembang. Jika komitmen dan sunguh-sunguh seluruh masyarakat Muaraenim kedepan akan bisa memiliki rumah sendiri," tukasnya.
Sementara itu, Eka (40) warga Muaraenim, yang sehari-harinya sebagai buruh serabutan, sangat mendukung adanya program rumah murah khususnya untuk golongan berpenghasilan rendah. Dirinya yang sudah berumahtangga selama 20 tahun, masih mengontrak sebab tidak mampu untuk membeli rumah.
"Untuk makan saja susah, apalagi mau beli rumah. Kalau bisa ada rumah murah yang bayar kredit murah setiap bulannya. Dan syaratnya tidak banyak, pusing kami pak," ujar ayah empat anak ini.