Harga BBM Naik

Hotel Bersiap Pangkas Diskon Kamar

Hotel bersiap memangkas diskon harga kamar untuk mengantisipasi kenaikan harga bahan bakar minyak yang berpengaruh pada biaya operasional hotel.

Tayang:
Penulis: Dewi Handayani | Editor: Soegeng Haryadi

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Menjelang kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) sejumlah hotel belum berencana menaikkan tarif kamar. Pihak hotel punya kiat khusus untuk mengurangi pembengkakan biaya operasional dengan cara memangkas diskon harga kamar. Kalaupun terjadi kenaikan tarif, minimal sekitar lima hingga 10 persen.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DPD Sumsel, Herlan Aspiudin mengungkapkan itu kepada Sripoku.com di ruang kerjanya, Rabu (19/6/2013).

Dikatakan, banyak hal yang menjadi pertimbangan dalam menaikan tarif kamar, salah satunya untuk penyesuaian pembengkakan biaya operasional. Hotel juga seharusnya tidak gegabah menentukan kenaikan tarif, melihat sisi persaingan saat ini. Jika tarif yang dinaikkan tinggi, maka bisa jadi hotel tersebut akan ditinggalkan para tamu. "Sama saja bunuh diri, kalau tarif hotel dinaikkan sangat tinggi," kata dia.

Secara proporsional kenaikan tarif tak boleh lebih dari 10 persen, jika diatas itu, dikhawatirkan para tamu akan berpaling. "Jika diatas itu khawatirkan justru tamunya akan lari dan pindah ke hotel lain. Jadi hotel harus benar-benar hati-hati menghitung kenaikan tarif," katanya.

Meski demikian tidak dipungkiri bahwa kenaikan BBM akan berpengaruh besar kepada operasional hotel, apalagi saat ini harga-harga, terutama sembako sudah naik duluan. "Yah, hotel silahkan menaikan tarif, tapi kami imbau wajarlah, jangan terlalu tinggi," kata Herlan.

Sumber:
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved