• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 Juli 2014
Sriwijaya Post

Tiga Calon Tuntut Pilgub Ulang

Selasa, 18 Juni 2013 21:48 WIB
Tiga Calon Tuntut Pilgub Ulang
SRIPOKU.COM/SUTRISMAN DINAH
Tiga kontainer berkas disiapkan untuk menjadi barang bukti gugatan Pemilukada Sumsel ke Mahkamah Konstitusi. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Bukan hanya pasangan calon gubernur Sumsel Eddy Santana Putra dan calon Wagub Anisja Djuita Supriyanto (ESP-Win), tetapi pasangan calon nomor dua Iskandar Hasan dan Hafisz Thohir, serta pasangan nomor tiga Herman Deru-Maphilinda mengajukan permohonan pembatalan hasil pemilihan gubernur Sumsel.

Ketiga calon telah memasukkan permohonan menjelang tenggat waktu pengajuan keberatan atas penetapan Komisi Pemilihan Umum Sumsel. Permohonan diajukan ketiga pasang calon melalui Mahkamah Konstitusi, lembaga yang berhak mengadili sengketa pemilihan umum.

Pasangan ESP-Win, secara resmi telah mengajukan berkas permohonan pembatalan keputusan KPU Sumsel tentang hasil pemilihan gubernur tanggal 6 Juni 2013. Permohonan diajukan ke Mahkamah Konstitusi oleh kuasa hukum ESP-Win dari Kantor Hukum Munarman-Doak & Partners.

"Ketiga calon telah menyerahkan permohonan. Substansinya kira-kira, memohon pembatalan hasil perhitungan KPU Sumsel. Kita (ketiga pasang calon) memohon MK memutuskan Pilkada ulang," ujar letua Tim Advokasi ESP-Win, Nazori Doak Ahmad, ketika dihubungi Selasa (18/06/2013) malam.

Nazori yang sedang berada di Jakarta mengungkapkan, ketiga calon sepakat memohon pembatalan Pilgub Sumsel.

Kecurangan dan pelanggaran yang dilakukan pasangan nomor empat (Alex Noerdin-Ishak Mekki) merugikan ketiga calon yang menjadi lawannya.

Hasil sidang pleno KPU Jumat lalu, menetapkan pasangan calon gubernur nomor 4 Alex Noerdin dan Ishak Mekki mengumpulkan suara terbanyak dan dinyatakan sebagai calon terpilih. Perolehan suara terbanyak kedua, pasangan cagub Herman Deru dan Ny Maphilinda Syahrial Oesman. Sedangkan pasangan ESP-Win sendiri, di urutan ketiga dan diikuti pasangan calon Iskandar Hasan dan Hafisz Thohir.

"Substansinya kita meminta pembatalan penetapan hasil Pilkada. Pelanggaran yang dapat dikategorikan dilakukan secara masif, terstruktur dan sistematis sehingga pemilihan harus diulang," ujar Dhaby Gumayra, Tim Advokasi ESP-Win.

Menurut Dhaby, pasangan calon telah menggunakan cara-cara yang bertentangan dengan hukum, sehingga pemilihan gubernu 6 Juni lalu harus diulang.

"Secara hukum, ini pelanggaran prinsip. Tidak ada jalan lain, keputusan KPU harus dibatalkan dan meminta MK menyatakan Pilgub Sumsel diulang," katanya.

Penulis: Sutrisman
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber:
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas