Sawah Gagal Panen Diterjang Puting Beliung

Ratusan hektar sawah di Desa Danau Gerak dan Desa Segamit, Kecamatan Semende Darat Ulu, Muaraenim, terancam gagal panen.

Tayang:
Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM, MUARAENIM - Usai porak-poranda di terjang angin puting beliung, ratusan hektar sawah di Desa Danau Gerak dan Desa Segamit, Kecamatan Semende Darat Ulu (SDU), Muaraenim, terancam gagal panen. Akibatnya warga dua desa terancam kelaparan, Senin (17/6/2013).

Menurut Kepala Desa (Kades) Danau Gerak, Fajri, pada saat angin puting beliung menghantam persawahan warga, sebagian tanaman padi baru saja mengeluarkan bulir yang memutih seperti ilalang. Sedangkan, sebagian lagi sudah mulai berisi. Namun, akibat terpaan angin kencang tanaman padi menjadi porak poranda. Bahkan satu lumbung padi (tengkiang) roboh.

"Angin kencang disertai hujan gerimis terjadi sekitar pukul 19.00 hingga 24.00 WIB. Akibatnya, ratusan hektar sawah mengalami kerusakan," ujarnya.

Menurut Fajri, sebagian tanaman padi baru saja mengeluarkan bulir yang memutih seperti ilalang. Sedangkan, sebagian lagi sudah mulai berisi. Namun, akibat terpaan angin kencang tanaman padi menjadi porak poranda.

Jika melihat kondisi tanaman padi yang ada maka sudah dapat dipastikan akan mengalami gagal panen, sehingga warganya terancam kelaparan.

Adapun untuk luasan sawah yang rusak di Desa Danau Gerak sekitar 53 hektar dengan tingkat kerusakan mencapai 80 persen. Untuk kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Camat SDU Tasman mengungkapkan, angin kencang disertai hujan deras telah merusak tanaman padi warga di Desa Danau Gerak seluas 43 hektar. Kemudian, angin bergerak ke arah Desa Segamit yang berseberangan dengan Desa Danau Gerak dengan merusak areal persawahan seluas 250 hektar dengan tingkat kerusakan bervariasi mulai dari 20-30 persen. Kejadian tersebut telah dilaporkan ke Pemkab Muaraenim dan instansi terkait.

Sedangkan Fahrul (50), warga Desa Danau Gerak, berharap kepada pihak terkait untuk dapat memikirkan nasib mereka. Sebab, tanaman padi sudah hancur sehingga warga terancam kelaparan.
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved