Minggu, 21 Desember 2014
Sriwijaya Post

Buat Double Track, PT KAI Diminta Koordinasi dengan Pemkab

Rabu, 12 Juni 2013 07:26 WIB

SRIPOKU.COM, MUARAENIM - Banyaknya aset Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muaraenim dan utilitas milik publik serta masyarakat yang akan terkena pada proyek Pembangunan jalur rel ganda Niru-Tanjung Enim Baru Divisi Regional III Sumsel, membuat Pemkab Muaraenim meminta PT KAI untuk berkoordinasi sebelum melaksanakan kegiatan tersebut.

"Apapun bentuk kegiatan PT KAI dalam proyek tersebut, sebaiknya berkoordinasi dahulu dengan pemda. Jangan sifatnya tembusan saja sehingga dalam proses ganti ruginya terkesan kucing-kucingan. Kita tidak mau ketika ada masalah di lapangan, baru mau melibatkan Pemda,” tegas Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Drs Riswandar SH, pada rapat dengan PT KAI dan kontraktor di ruang rapat Pemkab Muaraenim yang dipimpin oleh Asisten Perekonomian Pembangunan dan SDA Ir H Hasanudin, Selasa kemarin.

Menurut Riswandar, pihaknya tidak ada niat ingin menghalang-halangi kegiatan proyek tersebut malah sebaliknya sangat mendukungnya sebab Pemkab Muaraenim juga berkepentingan. Namun hendaknya dalam melaksanakan kegiatan tersebut terutama dalam hal ganti rugi baik dengan masyarakat, pemda dan pihak terkait lainnya bisa berkoordinasi dahulu. 

Hal serupa juga dikatakan oleh Hasanudin. Apapun kegiatan yang dilakukan oleh PT KAI, jika tidak berkoordinasi dengan pihak terkait dikhawatirkan target penyelesaian proyek tersebut akan tidak tercapai. Sebab sangat jelas di jalur double track yang akan dilalui oleh proyek tersebut akan melintasi beberapa desa dan akan mengenai bangunan dan tanam tumbuh milik warga, aset pemda seperti jalan, irigasi dan lain-lian serta milik instansi lainnya seperti PLN, PDAM, Telkom dan lain-lain. 

Sementara itu Staf Madya Bidang Jembatan Investasi Divisi Regional III Sumatera Selatan PT KAI (Persero) Jatnika, mengakui pihaknya belum bisa memastikan keputusan adanya ganti rugi dan juga relokasi sesuai permintaan Pemkab Muaraenim. Dari hasil rapat ini semua masih akan tetap dilaporkan keatasannya.

Dikatakan Jatnika, adapun proyek Pembangunan Jalur Ganda Antara Niru-Tanjung Enim Baru Divisi Regional III PT Kereta Api Indonesia (Persero) tersebut dari Stasiun Niru (Km 344+200) dan berakhir Stasiun Tanjung Enim Baru (Km 6+350) dengan jarak 57 km dan panjang efektif proyek 53 km.

Proyek tersebut dibagi empat zona yakni zona I Niru, Talang Padang, Belimbing, Tanjung Terang. Zona II yakni dari Tanjung Terang, Gunung Megang dan Penanggiran. Lalu zona III yakni Penanggiran, Ujan Mas dan Muara Gula. Kemudian Zona IV dari Muara Gula, Muaraenim dan Tanjungenim Baru. Di sepanjang proyek itu, memang akan mengenai pipa PDAM, tiang PLN, jalan beton, kabel optik, pagar warga, pintu air dan tiang telepon.

Sebelumnya telah dibangun double track dari Prabumulih-Niru sepanjang 19 KM. Dan secara bertahap pada tahun 2014, sesuai rencana akan dibangun double track dari Palembang – Prabumulih.
Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Soegeng Haryadi

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas