• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 18 September 2014
Sriwijaya Post

Kak Thoyib Pukau Santri Rumah Tahfidz

Minggu, 9 Juni 2013 15:02 WIB
Kak Thoyib Pukau Santri Rumah Tahfidz
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Pendongeng sang motivator dari Jakarta Kak Thoyib dengan gayanya yang kocak menghibur ratusan santri Rumah Tahfidz di Grand Malaka Ethical Hotel, Minggu (9/6/2013).
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Ratusan santri rumah tahfidz se-Sumsel terpukau menyaksikan aksi kocak dongeng Kak Thoyib, motivator Gerakan Menjadi Anak Baik Indonesia (Gemabi) di Grand Malaka Ethical Hotel, Minggu (9/6/2013).

"Malaikat yang hadir menyaksikan kita. Siapa yang ingin menjadi anak baik akan mengaminkankan kita. Karena di muka bumi Indonesia ini sudah banyak anak yang tidak baik. Siapa yang menjadi anak baik itulah mereka yang mengikuti ajaran rasulallah. Sukses karena akhlaknya yang baik. Hidupnyanya penuh kebaikan. Ayo kalau Kak Thoyib bilang salam rumah tahfiz, jawabnya tang ting tong, tang ting tong. Ada atapnya, tang ting tong, tang ting tong. Ada jendelanya, tang ting tong, tang ting tong. Ada sandalnya walaupun sandal jepit. Tang ting tong, tang ting tong," seru Thoyib. 

Menurut Koordinator Rumah Tahfiz Sumsel Masagus H Fauzan SQ, pelatihan motivasi digelar rumah tahfidz Sumsel ini kerjasama dengan Gerakan Menuju Anak Baik Indonesia (Gemabi) didukung Hj Ida Athung, owner Grand Malaka Ethical Hotel.

"200 peserta yang ikut santri dari rumah tahfiz di Palembang dan Banyuasin. Motivator dari Gemabi Jakarta ini ada delapan. Antara lain Kak Thoyib Efendi, Kak Lukman, Kak Asdo Alam. Lima lainnya motivator perempuan," kata Fauzan. 

Di sela-sela permainan dan bernyanyi, para santri diminta berbuat kebaikan. Menurut Kak Thoyib dan Kak Lukman dari mengucapkan salam mendapat 69 pahala (kebaikan). Berbuat baik tidak susah karena di mana pun santri bisa berbuat baik.

Menurut Kak Thoyib, anak baik itu bukan hanya yang di sekolah nilainya 10. Tapi kalau mendengar azan. Kemana larinya?. 

Santri yang kompak menjawab ke masjid, dijawab Kak Thoyib bukan. Melainkan langsung ke tempat wudhu. Itu disambut tawa para santri.

"Masuk masjid, kaki mana dulu, bukan kanan. Tapi lepas sandal dulu, dirapikan. Kaki yang mana dulu masuk masjid. Bukan, ambil wudhu dulu," ucap Kak Thoyib yang kerap mengocok perut para santri.

Ia mengingatkan kalau manusia selalu mengingat kematian, maka akan selalu belajar untuk menjadi anak baik.

Ada anak yang hendak ke kamar kecil nyelonong berdiri ke belakang, langsung diajari untuk menjadi anak baik. 

"Katanya tadi mau kencing. Makanya angkat tangan, kak boleh aku keluar. Anak baik harus izin. Nah itu salah satu kita belajar menjadi anak baik," katanya. 

Dijelaskan Fauzan, pelatihan ini merupakan langkah awal untuk pembinaan akhlak anak-anak di Palembang. Dimulai dari rumah tahfiz Sumsel dan nantinya baru menyebar ke lingkungan sekitar. Anak-anak dilatih kemampuan untuk mendongeng, dan berani tampil ke depan memunculkan kreativitas.

Setelahnya ada follow-up, kegiatan berkala yang diisi relawan dari Gemabi datang ke rumah tahfiz. Santri Rumah tahfiz ke depan menjadi pioner gerakan menjadi anak baik di Sumsel. Mereka yang menularkan ke anak yang lain. 

"Hari ini juga sekaligus kita lanjutkan konsolidasi persiapan Jambore Rumah Tahfiz Sumsel di Pagaralam, 19-23 Juni 2013," jelas Ustad Yayan.
Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Soegeng Haryadi
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
325692 articles 17 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas