A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Warga Lemabang Heboh SMS Mutilasi Bocah 6 Tahun - Sriwijaya Post
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 22 Juli 2014
Sriwijaya Post

Warga Lemabang Heboh SMS Mutilasi Bocah 6 Tahun

Senin, 27 Mei 2013 16:29 WIB
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Masyarakat di kawasan Pasar Lemabang dan Kelurahan 2-3 Ilir sejak pagi tadi, Senin (27/5/2013) dihebohkan dengan pesan berantai yang menyebutkan terjadinya pembunuhan terhadap bocah laki-laki berusia 6 tahun yang disertai mutilasi.

Tempat Kejadian Perkara (TKP) di dekat pabrik ban PT Intirub. Warga di sekitar lokasi menjadi resah dan heboh dan informasi menyebar luas di masyarakat dari mulut ke mulut.

Sripoku.com yang mencoba berada di lokasi dan mencoba menemui seorang yang meceritakan kronologis kejadian itu.

Menurutnya, Faridah (56), warga Lrg Cempedak Kelurahan 3 Ilir mengatakan, ia mengaku mendapat cerita dari besannya yang berada dekat dengan lokasi kejadian.

"Kalau aku bohong, bearti besan aku juga bohong," katanya.

Dikatakan, kejadian itu berlangsung kemarin Jumat (24/5/2013) sekitar pukul 09.00.

Pagi itu ada dua bocah anak laki-laki dan perempuan hendak bermain dingdong tidak jauh dari Lorong Pasundan. Namun tiba-tiba dicegah seorang laki-laki paruh baya bernama Fredi dan menawarkan bermain di rumahnya.

Lantaran dibujuk dengan iming-iming uang Rp 5.000, maka dua bocah ini pun ikut ke rumah. Setibanya di rumah, anak laki ini diikat lalu dipukul.

Melihat rekannya diikat, dipukul, anak perempuan itu lari dan berteriak.

Lantaran aksinya diketahui warga, pelaku melarikan diri dengan meninggal korban bersimbah darah dan bagian tubuh dipotong. Bahkan bagian organ tubuh seperti jantung dan hati tidak ada lagi.

"Katanyo sempat dibawa ke rumah sakit," cerita Ida.

Warga yang mengaku resah dengan berita ini minta agar aparat kepolisian menyelidikinya.

"Kami tidak tenang, karena berita ini tersiar sejak pagi tadi," kata Asrul, pedagang Pasar Lemabang.

Sripoku.com masih terus menelusuri informasi ini, yang tidak hanya tersiar melalui berita langsung dari warga tetapi juga sudah menyebar melalu BBM dan SMS.
Penulis: Husin
Editor: Sudarwan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas