HTI Tolak Kenaikan BBM

Dalam orasinya, Ahmad Jumhur, yang menjadi orator pendemo mengatakan alasan penolakan kenaikan BBM itu sangat masuk akal

Tayang:
Penulis: Tarso | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sekitar seratus warga yang didominasi kaum ibu membawa bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Kota Palembang berunjuk rasa di halaman depan Kantor Gubernur Sumsel, Kamis (23/5/2013).

Mereka datang dengan motor dan satu unit mobil pick up bermuatan sound system.

Dalam orasinya, Ahmad Jumhur, yang menjadi orator pendemo mengatakan alasan penolakan kenaikan BBM itu sangat masuk akal karena menurut ahli biaya untuk memproses minyak itu hanya Rp 700 per liter tetapi di Indonesia dijual untuk rakyat sangat tinggi.

Begitu juga dengan gas. Gas kita beli Rp 25 ribu untuk tabung 3 kg sementarta di Cina gas kita dijual hanya Rp 300.

"Ini ada apa, ini karena para pemimpin bangsa ini tidak benar mengelolanya," ujar orator seraya menyebutkan jika BBM dinaikan maka masyarakat akan semakin menderita karena saemua bahan pokok, sandang, pangan dan papan akan naik.

Para pendemo ini diterima langsung Asisten III Ahmad Najib. Dalam arahannya, Najib menyampaikan bahwa apa yang diinginkan masyarakat memang benar. Tetapi karena pemerintah memiliki prosedur tersendiri dalam mengambil keputusan.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved