Senin, 24 November 2014
Sriwijaya Post

Pembangunan Alfamart Distop

Selasa, 14 Mei 2013 18:56 WIB

Pembangunan Alfamart Distop
SRIPOKU.COM/EKO ADIASAPUTRA
Yustianus
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Harus diakui, pertumbuhan pusat perbelanjaan seperti Alfamart dan sejenisnya di Palembang tumbuh subur bak jamur di musim hujan. Hampir di setiap kecamatan di wilayah Bumi Sriwijaya ini ada Alfamart. Di satu sisi keberadaannya mempermudah masyarakat yang ingin belanja kebutuhan, namun di sisi lain juga dikhawatirkan membunuh usaha kecil seperti warung dan semacamnya.

Masih sehubungan dengan keberadaan Alfamart, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) kini menyetop izin pembangunan mini market Alfamart. Pasalnya, jumlah mini market ini di Palembang sudah mencukupi 100 kuota yang tercantum pada izin prinsip pembangunannya.

Kabid Perdagangan Disperindagkop Palembang, Yustianus mengatakan, pihaknya sementara ini tidak lagi menerima izin pembangunan Alfamart. "Kalau mereka mau bangun lagi, harus perbarui izin prinsip dulu. Sebelumnya dalam izin prinsip itu ada 100 lokasi, dan sekarang sudah tercukupi. Kalau mau tambah lagi, harus ajukan izin prinsip baru ke walikota," kata Yustianus, Selasa (14/5/2013).

Menurut Yustianus, penyetopan izin pembangunan Alfamart ini bagian dari upaya pemerintah untuk mengawasi perkembangan toko modern, agar tidak mengganggu mini market dari pengusaha lokal serta warung tradisional.

"Sekarang minimarket ini berlomba-lomba untuk membangun yang baru. Memang tidak ada aturan yang mengikat jarak antar minimarket. Karena sejauh ini aturan hanya untuk supermarket atau hypermarket yang dilarang berada 500 meter dari pasar tradisional. Tapi, kami tetap melakukan pengawasan sehingga persaingan usaha tetap sehat," jelasnya.

Bagaimana dengan Indomaret ? Menurut Yustianus, mini market ini juga sudah hampir mencapai 100 kuota di Palembang. "Tapi masih belum sampai 100. Kalau sudah 100, Indomaret juga akan kami stop dulu. Dan minta izin prinsip baru lagi ke wali kota," tegas dia.

Dikatakan, meski minimarket seperti Indomaret dan Alfamart sudah cukup banyak, namun tidak menganggu mini market lokal. "Sekarang masih seimbang, mini market lokal juga banyak berkembang. Kami juga tetap memantau agar warung tradisional milik warga tidak terganggu dengan adanya minimarket ini," katanya.
Penulis: Eko Adiasaputro
Editor: Eko Adiasaputro

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas