Jumat, 28 November 2014
Sriwijaya Post

SFC vs Pesidafon, Bagai Langit dan Bumi

Senin, 13 Mei 2013 23:11 WIB

SFC vs Pesidafon, Bagai Langit dan Bumi
ISTIMEWA
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sriwijaya FC tidak akan bisa menjalani masa recovery lebih lama lagi. Mereka akan langsung kembali menjamu Persidafon Dafonsoro di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang, Kamis (16/5/2013) mendatang.

Bisa dibilang pertempuran kedua tim ini bagai Langit dan Bumi, karena SFC menduduki posisi runner-up akan bertemu tim yang kini terdampar diposisi akhir klasemen sementara. Artinya, secara matematis tentu SFC tidak akan ada alasan untuk kalah dari Persidafon Apalagi pada putaran pertama, 28 April lalu, Laskar Wong Kito (julukan SFC) juga sukses membantai tim yang Gabus Sentani ini dengan skor 1-3.

Kemudian melihat hasil pertandingan terakhir dari masing-masing tim, SFC jelas lebih diunggulkan karena baru saja menekuk Persiram (2-1) Minggu (12/5/2013) lalu, sedangkan Persidafon menuai harus buruk setelah dibantai (3-1) oleh tuan rumah Pelita Bandung Raya sehari sebelumnya.

“Kita memang optimis bisa meraih poin penuh dari Persidafon, sebab dilihat dari kekuatannya mereka jauh dibawah Persiram yang baru saja kita hadapi,” kata Head Coach SFC, Kas Hartadi, Senin (13/5/2013).

Mantan pemain timnas Indonesia yang sukses mempersembahkan emas pada SEA Games Filipina 1991 ini menegaskan agar anak-anak asuhnya jangan lengah, meskipun jauh lebih diunggulkan. Baginya Persidafon tetap memiliki potensi untuk merusak harapan timnya untuk meraih poin penuh, karena tim lawan pun memiliki beberapa pilar andalan. Pengalaman pada putaran pertama lalu, pemain yang paling mencolok dan patut diwaspadai adalah oleh Eduard Ivak Dalam.

“Saya hanya ingatkan untuk waspadai Eduard, sebab dia yang paling berbahaya. Eduard ini ibaratnya motor serangan Persidafon, karena kemampuannya mengalirka bola masih sangat baik,” ungkap Kas.

Terlebih lanjut Kas, mantan pemain Persipura Jayapura itu juga memiliki tendangan bola mati yang akurat dan sangat berbahaya jika dibiarkan bergerak bebas. Makanya, dia meminta agar Eduard ini bisa dikawal ketat. Kemudian pemainnya juga sudah saya wanti-wanti agar jangan melakukan pelanggaran di dekat area pertahananan kita. Situasi set piece (bola mati) ini jelas akan sangat berbahaya bagi gawang timnya.

“Saya hanya minta agar pemain bisa tampil normal, jangan terpancing emosi dengan permainan keras lawan,” kata mantan pemain Kramayudha Tiga Berlian ini.
Penulis: Darwin Sepriansyah
Editor: Soegeng Haryadi

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas