Senin, 24 November 2014
Sriwijaya Post

Pasangan Calon Bupati OKI Curi Start Kampanye

Minggu, 12 Mei 2013 21:37 WIB

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG-Walaupun jadwal kampanye pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) telah ditetapkan dan bakal digelar pada 20 Mei-2 Juni 2013 mendatang, namun masih ada salah satu pasangan calon bupati (Cabup) dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) OKI yang melanggar.


Seperti yang dilakukan salah satu pasangan, yang mengunjungi Masjid Ar-Rahman di Desa Riding, Kecamatan Pangkalan Lampam, Kabupaten OKI, Sabtu (11/5/2013) pukul 15.00 mengajak dan memilih pasangan ini pada pemilihan nanti. Tentunya, apa yang dilakukan oleh salah satu pasangan ini telah melanggar kesepakatan yang telah dibuat oleh Panwaslu Kabupaten OKI dan penentuan jadwal kampanye KPUD OKI.


Pengamatan di lapangan, setelah melakukan pertemuan dengan warga di Masjid Ar-Rahman Desa Riding Kecamatan Pangkalan Lampam, menyempatkan diri singgah di rumah Kepala Desa (Kades) setempat, sekitar beberapa menit, setelah itu rombongan ini melanjutkan lawatannya ke Desa Toman dan melakukan hal serupa.


Ketua Panwaslu Kabupaten OKI, Deri Siswadi Sip saat dimintai komentar seputar pelanggaran dalam pelaksanaan sebelum kampanye oleh wartawan mengatakan, pelanggaran-pelanggaran seperti ini hampir dilakukan setiap pasangan calon bupati yang bakal bertarung pada 6 Juni mendatang, namun bedanya ada yang secara terang-terangan dan ada juga yang secara sembunyi-sembunyi dan tidak terpantau oleh Panwaslu OKI maupun panwas di kecamatan-kecamatan.


“Banyak sekali laporan-laporan yang kita terima terkait pelanggaran Pemilukada dari pasangan calon, namun sayangnya lapora itu tidak disertai bukti yang akurat, seperti gambar ataupun rekaman pembicaraan pasangan calon itu saat berkunjung,” ujar Deri, Minggu (12/5/2013) melalui seluler wartawan.

Dikatakannya, pihaknya menginginkan adanya peran serta dari media untuk merekam setiap kunjungan pasangan calon agar laporan pelanggaran ini dapat langsung ditindak lanjuti. “Jadi jika belum ada yang diberikan teguran ataupun sanksi, pasangan calon ini masih belum
takut. Mereka secara bergantian akan berkunjung ke desa-desa guna
 menggalang dukungan, tapi jika sudah ada yang disanksi, pasti mereka takut,” bebernya.


Ke depan, pihaknya akan kembali melayangkan surat ke setiap tim sukses agar menghentikan kegiatan yang bertentangan dengan undang-undang Pemilukada. “Panwaslu dan Panwascam juga akan lebih jeli menyikapi setiap laporan yang masuk dan akan memberikan sanksi tegas dengan merekomendasikannya ke KPUD OKI. Sebab jika pelanggaran-pelanggaran ini terus dibiarkan, kami yakin mereka akan berbuat yang lebih dari ini,” tandasnya.


Penulis: Mat Bodok
Editor: Hendra Kusuma

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas