• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Sriwijaya Post

Guru Meninggal Gara-gara Tersedak Hot Dog

Kamis, 9 Mei 2013 07:45 WIB
Guru Meninggal Gara-gara Tersedak Hot Dog
ISTIMEWA
Ilustrasi
SRIPOKU.COM - Seorang guru yang berusia 28 tahun, Maureen Oleskewics, menghembuskan nafas terakhir setelah ia tersedak hot dog saat menyaksikan pertandingan tim baseball Chicago Cubs di Wirgley Field, Chicago, dan jantungnya berhenti berdenyut secara mendadak.

Maureen Oleskiewicz --guru di Sekolah Menengah Independence Junior High School di Palos Heights-- adalah penggemar Chicago Cubs. Maureen dan adik lelakinya, Martin Oleskiewicz bersiap menyaksikan pertandingan Chicago Cubs dari tempat duduk di stadion pada Ahad (5/5), ketika peristiwa mengerikan itu terjadi.

Maureeen tiba-tiba tersedak dan jatuh di antara barisan bangku stadion, demikian laporan di http://sports.yahoo.com/blogs/mlb-big-league-stew --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis pagi. Sang adik, Martin, mulanya mengira kakak perempuannya bercanda.

Namun saat lagu nasional dikumandangkan, beberapa petugas melakukan pernafasan buatan pada kakaknya. 

Chicago Tribune, dengan mengutip keterangan Martin (23), melaporkan, "Tak ada tanda ia tertekan. Ia cuma terjatuh secara mendadak." 

Martin menggoyangkan kepalanya saat mengenang betapa ia cuma bisa berdiri, tak berdaya, saat seorang perawat di antara kerumunan penonton dan petugas medis menekan dada kakaknya, kata harian tersebut. "Mereka mengatakan nadinya tidak berdenyut. Tak ada harapan."

Martin dan beberapa orang lagi yang memberi pertolongan tidak tahu Maureen tersedak hot dog dan tak bisa bernafas. Maureen segera dibawa ke Illinois Masonic Hospital --yang berada tak jauh dari lapangan pertandingan baseball, kata Chicago Tribune. Tapi itu sudah terlambat buat Maureen, tambahnya.

Mesin rumah sakit membuat Maureen tetap bernafas sampai Selasa (7/5), cukup lama bagi dia untuk menyumbangkan organ tubuhnya. Chicago Sun-Times melaporkan Ibu Maureen, Margaret, "diberi tahu jantung putrinya akan disumbangkan kepada seorang anak perempuan yang berusia 14 tahun dan sangat memerlukan jantung donor". 

Mungkin perlu waktu lama, kata media Amerika Serikat itu, untuk mengetahui sepenggal berita positif yang bisa membuat senang keluarga Oleskiewicz mengenai kondisi organ tubuh anggota keluarga tercinta mereka. 

"Rasanya tak bisa dipercaya ia sudah tidak bersama kami," kata Margaret Oleskiewicz mengenai putrinya itu.
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Antara
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas