Senin, 24 November 2014
Sriwijaya Post

Suparman Romans Protes Surat Edaran Ketum KONI

Rabu, 1 Mei 2013 14:45 WIB

Suparman Romans Protes Surat Edaran Ketum KONI
SRIPOKU.COM/HENDRA KUSUMA
Wakabid II KONI Sumsel, Ir Suparman Romans
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Wakabid III Pertandingan Kompetisi KONI Sumsel Ir Suparman Romans mengajukan protes terhadap surat edaran dari Ketua Umum KONI Sumsel, H Muddai Madang yang meminta pengurus tidak terlibat dalam politik praktis dan terlibat dalam Timses (Tim Sukses) Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel. Jika benar terlibat maka diminta mengundurkan diri.

"Situasi di KONI Sumsel selama ini sangat kondusif, sebab menjadi wadah olahraga dan silaturahmi dari berbagai tokoh baik dari kalangan usaha, akademisi, politik, dan olahraga," jelas Suparman Romans kepada Sripoku.com, Rabu (1/5/2013).

Artinya, lanjut Suparman, di sanalah tempat membangun olahraga Sumsel berkonsentrasi dengan tindakan dan gagasan murni untuk olahraga.

"Kita berpijak kepada landasan, ini sudah menjadi komitmen kita semua sesuai dengan aturan KONI. Untuk itu warga negara Indonesia mendapatkan perlindungan UU termasuk hak politik dan mereka yang ada di KONI. Dalam konteks, dia bisa membedakan dalam bertindak apakah itu dalam kapasitas politik atapun olahraga. Artinya tidak dicampur adukkan," jelas Suparman.

Ia berpendapat bahwa siapapun dalam kepengurusan KONI wajib menjalankannya tetapi juga memiliki hak politik dapat dilaksanakan dalam konteks di luar itu. Namun lanjut dia, sekonyong-konyong dan tanpa fisarat serta pembicaraan sebelumnya, tiba-tiba Ketua Umum KONI menerbitkan edaran dalam surat Nomor:111/SET/KONI-SS/IV/2013 dengan isi lima poin.

Maka dia mengkaji menelaah dan menganaliasa bahwa berkesimpulan surat ini tidak proporsional dan profesional. KONI bukan wadah politik sehingga tidak ada hubungan dengan pilihan pribadi seseorang.

"Seperti saya Timses dari Derma. Saya berani bertanggungjawab tidak akan mencampuradukkan dengan tugas yang saya kerjakan di KONI dengan politik yang saya usung. Saya paham dan sadar bahwa di KONI banyak dari latar belakang poltik yang berbeda. Kita sepakat dan menjaga antara kepentingan politik praktis dengan kepentingan olahraga, kepentingan KONI tidak akan masuk daam wilayah politik," jelasnya.

Maka dengan ini Suparman mengajukan protes atau dengan surat balasan kepada Ketua Umum KONI Sumsel dengan tujuh poin. Intinya Suparman menilai surat ini tidak ada hubungan antara politik praktis dan tugasnya sebagai Wakabid III di KONI. Sebagai pengurus dia siap sepuluh kali diberhentikan, tetapi harus sesuai aturan.

Karena lanjut dia jika memperhatikan tugas, tanggungjawab, serta kewajibannya selaku pengurus.

KONI Provinsi Sumsel, ia tidak pernah membawa misi politik yang bisa mempengaruhi kebijakan KONI Sumsel dan senantiasa mematuhi segala ketentuan yang berdasarkan AD/ART KONI, maupun pelaksanaan program.

"Saya juga menilai tidak ada hubungannya dengan aturan KONI, tidak ada satu pasal atau ayatpun dalam ketentuan AD/ART KONI yang mengatur ketentuan tentang sanksi pemberhentian bagi pengurus yang terlibat dalam suksesi kepala derah," jelasnya.
Penulis: Hendra Kusuma
Editor: Sudarwan

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas