A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Konsumsi Energi Indonesia Paling Kecil di ASEAN - Sriwijaya Post
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 28 Juli 2014
Sriwijaya Post

Konsumsi Energi Indonesia Paling Kecil di ASEAN

Rabu, 1 Mei 2013 21:59 WIB
SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Meskipun secara pemakaian energi Indonesia cukup besar namun dengan jumlah penduduknya yang mencapai 240 juta maka konsumsi energi Indonesia masih sangat kecil.

Prof Dr Herman Agustiawan, anggota Dewan Energi Nasional (DEN) saat menjadi pemateri dalam Seminar, Menuju Komunitras Ekonomi ASEAN di Hotel Aryaduta, Rabu (1/5/2013) mengatakan, konsumsi energi Indonesia berada pada angka 645 KWh per kapita per tahun artinya dalam sehari satu jiwa penduduk Indonesia mengkonsumsi enerli listrik tidak labih dari 2 Kwh.

"Sementara negara Singapura dan Brunei sudah berada pada 8000 Mwh per kapita per tahun, mMalaysia, 6000 KWh per kapita per tahun, Thailand sekitar 3000 Kwh dan Vietnam sendiri sudah mencapai 800 Kwh," jelas Herman seraya menambahkan salah satu indikator kesejahteraan suatu bangsa itu dilihat dari konsumsi energi listriknya. Artinya jika masih kecil konsumsi energio listriknya berarti kesejahteraannya juga masih kurang.

"Belum lagi kita tidak punya cadangan energi, seperti Karakatau Steel perusahaan sebesar itu tidak punya cadangan energi, itu gimana kalau terjadi krisis energi atau darurat energi," tanyanya.


Lebih lanjut Herman menerangkan krisis energi dimanas keadaan kondisi yang kekurangan energi sedangkan darurat energi, kondisi terganggunya pasokan energi akibat terputusnya sarana dan prasarana energi.

Menurut Herman ada tiga jenis cadangan energi yakni cadangan strategis, penyangga dan operasional.

Jikan energi ini kita masih kurang, lanjutnya ditambah infrastruktur dan SDMnya juga kurang maka kesiapan menghadapi Komunitas Ekonomi ASEAN 2015 ini Indonesia masih akan kalah bersaing.


Sementara Staf Ahli Bidang Hubungan kelembagaan Kemenlu RI, Soeprapto Martosetomo, menegaskan bahwa Indonesia yang merupakan negara kaya akan Sumberdaya Alam (SDA) ini pada tahun 2015 ini menjadi negara pertumbuhan pembangunannya yang sangat bagus bahkan pada tahun 2030 Pertumbuhan perekonomian Indonesia pada urutan ketujuh di ASEAN bahkan di dunia.

"Denganm SDA yang melimpah ini Indonesia akan menjadi negara kekuatan ekonomi di ASEAN bahkan di dunia," tegasnya.


Sementara Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Sumsel, Ir Robert Heri mengungkapkan bahwa  Sumsel tel;ah mencanangkan sebagai provinsi lumung energio nasional. Hal ini menurutnya tidak berlebihan karena Sumsel memiliki sumber energi yang cukup melimpah seperti Mintyak Bumi potensi 812/960 MSTB, potensi gas bumi 19.149BSCF, potensi batubara 22,24miliar ton, potensi CBM 183 TCF, potensi panas bumi 1,1911 MWe, potensi tenaga air 171 MW, potensi radiasi tenaga surya 4,95 kWh/M2 dan potensi gambut 1.050.000 hektar.

"Bidang penghjematan energi, Sumsel medapat penghargaan dari pemerintah pusat, karena kita mulai menggunakan bakar gas untuk kendaraan," ujarnya seraya menguraikan kondisi kelistrikan di Sumsel sejak 2008 sampai sekarang.

Seminar yang bertemakan Menuju Komunitas Ekonomi ASEAN di Aryaduta ini menghadirkan nara sumber dari Dewan Energi nasional, Prof Dr Herman Agustiawan, Dinas Pertambangan dan Energi Sumsel, Ir Robert Heri, Kadinda Sumsel, Nasir Alamlah dan Direktorat aneka Energi Baru dan Terbarukan Kementerian ESDM RI, Toni Susandy ST, MBA.
Penulis: Tarso
Editor: Hendra Kusuma
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas