A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Muratara Kembali Memanas, Massa Blokir Jalinsum - Sriwijaya Post
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 23 Juli 2014
Sriwijaya Post

Muratara Kembali Memanas, Massa Blokir Jalinsum

Senin, 29 April 2013 20:28 WIB
Muratara Kembali Memanas, Massa Blokir Jalinsum
SRIPOKU.COM/AHMAD FAROZI
Muratara kembali memanas. Ratusan massa kembali memblokir Jalinsum di Kecamatan Rupit, Senin (29/4/2013).
SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS – Wilayah Musirawas Utara (Muratara) kembali bergolak. Ratusan massa, Senin (29/4/2013) kembali melakukan pemblokiran terhadap Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum)KM 72 Kelurahan Muararupit Kecamatan Rupit. Akibatnya, akses Jalinsum menjadi lumpuh. Kendaraan dari kedua arah tak bisa lewat, karena massa menutup jalan dengan menggunakan kayu yang dilintangkan di jalan.

Aksi massa yang melakukan pemblokiran Jalinsum tersebut dimulai sekitar pukul 13.00. Tak hanya menutup akses Jalinsum, massa juga melakukan aksi pembakaran ban ditengah jalan, sehingga menyebabkan terjadinya kemacetan panjang, baik dari arah Jambi maupun dari arah Lubuklinggau. Massa juga mendirikan tenda ditengah jalan seukuran 4X6 jalan, dan menggelar orgen tunggal diseputaran tenda tersebut.

Aksi penutupan akses Jalinsum ini dilakukan akibat ketidakpuasan masyarakat terhadap proses pemekaran Muratara menjadi daerah otonomi baru (DOB), yang terkesan sangat lamban dan tidak jelas. Syarkowi Wijaya, kepada sejumlah wartawan disela aksi tersebut menuding, berlarut-larutnya proses pemekaran Muratara antara lain disebabkan oleh pimpinan daerah ini yang tidak menginginkan Muratara mekar.

Ia mengancam, akan terus melanjutkan aksi tersebut dengan jumlah massa yang lebih besar jika tidak ada kejelasan soal Muratara. Ia juga mengancam akan melumpuhkan aktifitas instansi pemerintahan dan perusahaan yang berada diwilayah Muratara dengan melibatkan massa dari tujuh kecamatan dan 93 desa/kelurahan yang ada.

Sementara itu, Ketua Panitia Khusus (Pansus) DPRD Musirawas untuk percepatan pemekaran Muratara, Achmad Bastarie kepada Sripoku.com, Senin (29/4/2013) mengatakan, aksi massa yang melakukan pemblokiran di Jalinsum tersebut merupakan akumulasi kekecewaan masyarakat Muratara terkait ketidak jelasan nasib wilayah tersebut menjadi daerah otonom baru.

“Aksi tersebut merupakan bentuk ketidak puasan masyarakat akibat ketidakjelasan sikap pemimpin, baik gubernur maupun bupati untuk memekarkan Muratara. Masyarakat juga menagih janji gubernur yang dalam beberapa kesempatan mengatakan siap untuk mendukung pemekaran Muratara. Tapi kenyataannya sampai saat ini, belum ada realisasinya. Ini yang membuat masyarakat Muratara kecewa,” kata Bastarie.

Dikatakan, Muratara terkesan jadi korban dari permainan elit politik saja. Padahal, Muratara sudah melepas Suban IV untuk masuk kewilayah Musibanyuasin. Penyerahan Suban IV itu kata Bastarie, merupakan pertaruhan yang cukup menyakitkan. “Karena keinginan masyarakat Muratara untuk menjadi kabupaten sendiri itu sudah bulat, maka Suban IV dilepas. Tapi, meski sudah dilepas, nasib Muratara makin tidak jelas,” katanya.
Penulis: Ahmad Fahrozi
Editor: Soegeng Haryadi
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas