• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 21 Oktober 2014
Sriwijaya Post

Gara-gara Telat Bayar Pajak Ribuan Perusahaan Izinnya Dicabut

Senin, 29 April 2013 22:41 WIB
SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Ribuan perusahaan di kota Palembang, dicabut statusnya dari daftar Perusahaan Kena Pajak (PKP) selama tahun 2012. Hal ini didasarkan peraturan Dirjen Pajak nomor 05/WPJ 03/KP 02/2012 tentang pencabutan status pengukuhan PKP Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Selama bulan juni 2012 saja ada 212 perusahaan yang dicabut, bulan juli 2012 meningkat jadi 385, lalu 762 perusahaan pada agustus 2012, dan di bulan september meningkat lagi menjadi 1395 perusahaan.

Pegawai Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Palembang Ilir Timur Bambang mengatakan, pihaknya memberikan peringatan terlebih dahulu sebelum mencabut hak PKP perusahaan tersebut.

"Bagi pengusaha yang telat membayar pajak pertambahan nilai akan kami beri denda 500 ribu rupiah setiap bulannya, jika tetap membandel bisa kami cabut hak PKP-nya. Begitupula pengusaha yang telat membayar pajak penghasilan akan dikenakan denda 100 ribu rupiah terlebih dahulu," ujarnya kepada Sripoku.com, Senin (29/4/2013).

Berdasarkan Dirjen Pajak nomor 22/PJ/2008, setiap wajib pajak harus membayar paling lama tanggal 15 bulan berikutnya setelah masa pajak berakhir. kecuali tanggal jatuh tempo pembayarannya bertepatan dengan hari libur termasuk hari sabtu atau hari libur nasional, maka pembayarannya dapat dilakukan pada hari kerja berikutnya.

Untuk Pajak Penghasilan (PPh), jatuh temponya pada tanggal 15 setiap bulannya. Sedangkan, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) setiap tanggal 30 setiap bulannya.

Penulis:Ari Nugroho
Editor: Hendra Kusuma
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
290692 articles 17 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas