• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 26 Oktober 2014
Sriwijaya Post

Demokrat Segera Lakukan PAW Syaiful Islam

Rabu, 24 April 2013 21:42 WIB
Demokrat Segera Lakukan PAW Syaiful Islam
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
RHM Adi Rasyidi
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - DPD Partai Demokrat Sumsel bakal segera melakukan PAW (Pengganti Antar Waktu) Syaiful Islam dari keanggotaannya di DPRD Sumsel.

"Sehubungan dengan kepindahan saudara Syaiful Islam yang mendaftar Caleg ke Partai Hanura. Dengan kepindahannya itu ia diberhentikan dari Partai Demokrat. Untuk itu dalam waktu dekat akan dilakukan PAW. Untuk pengganti Syaiful Islam ini diambil nomor 5 terbanyak. Karena Demokratkan untuk Dapil Palembang mendapat 4 suara," ungkap Sekretaris  DPD Partai Demokrat Sumsel, RHM Adi Rasyidi, Rabu (24/4/2013) petang.

Cek Adi mengatakan hal yang melatarbelakangi kepindahan Syaiful Islam ini bermula dari hasil penentuan Caleg Partai Demokrat baru-baru ini, Syaiful yang tadinya mendaftarkan untuk mencalonkan kembali pada Dapil Palembang digeser untuk Dapil Muba dengan no urut 3.

"Karena banyak saingannya maka dipindah untuk Dapil Muba. Oleh tim penyaringan caleg, ia dapat nomor urut 3. Barangkali karena kecewa inilah. Kita dari partai sudah melakukan penyaringan sesuai mekanisme yang ada. Mulai dari pendaftaran dan pengembalian berkas Caleg, penelitian, hingga tanggal 18 tadi penetapan," terang Adi.

Adi juga mengatakan Syaiful Islam yang pernah menuturkan kekecewaannya terhadap partai yang dicap banyak melakukan tindakan korupsi.

"Dia pernah ngomong Demorkrat banyak korupsi. Sebetulnya partai tidak korupsi. Demokrat itu bersih, cerdas dan santun partainya. Yang korupsi itu individunya, bukan partainya. Di zaman Pak SBY ini justru segera ditindak. Belum pernah terjadi sebelumnya ada menteri, jenderal yang ditahan," ujarnya.

Sementara Syaiful Islam sendiri yang dikonfirmasi menyatakan sudah siap menerima risiko atas hengkang ke partai Hanura. "Dak apo-apo di-PAW. Namonyo perjuangan ado risiko dan pengorbanan. Prinsip kepindahan ini dengan semangat untuk lebih baik seperti pesan wong tuo, Bismillah melangkah, optimis," ujarnya.

Syaiful mengaku dirinya merupakan salah seorang pendiri Partai Demokrat di Sumsel bersama dr Hakim Pohan, Sarjan Taher, dan Sairozi.

"Partai ini visinya untuk rakyat membuat partai modern. Ternyata dalam perjalanan terlalu jauh. Kalau ada kasus korupsi dipastikan orang demokrat. Sudah dimasuki orang-orang tidak jelas. Saya malu. Partai ini cuma dijadikan alat wong-wong untuk kepentingan pribadi sudah seperti dinasti. Semakin tidak jelas. Makanya sekarang saya mencari tempat yang bersih," beber Syaiful.
Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Soegeng Haryadi
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
286382 articles 17 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas