Misi Kemanusiaan Crocodile di IOX 2013

Kendati sempat alami kerusakan, terbalik, patah shockbreaker hingga terjebak di jurang terjal, Tim Crocodile (buaya Sumatera)

Tayang:
Penulis: Hendra Kusuma | Editor: Hendra Kusuma
SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Kendati sempat alami kerusakan, terbalik, patah shockbreaker hingga terjebak di jurang terjal, Tim Crocodile (buaya Sumatera) bersama tim-tim off road se-Indonesia sukses dalam misinya menjelajah Aceh-Medan di IOX 2013 tiba dengan selamat di Palembang, Selasa (23/4/2013).

Khususnya Crocodile yang diperkuat mantan Gubernur Sumsel Syahrial Oesman-Yusnedi, kemudian Yan Najib yang berpasangan dengan Iskandar Coing dengan nomor lambung 14, Joni Handoko-Sani, Syaifudin Aswari-Hilindia, dan Hamza-Baharudin sukses menjalankan misi kemanusiaan, mulai membuka jalan lintasan hingga membantu mereka yang kurang mampu."Sebab, misi ini tidak hanya sebatas menjelajah hutan yang masih perawan atau membuka jalan, tetapi di sana ada misi sosial yang selalu kami bawa, kemudian nama IMI Sumsel dan Sumsel itu sendiri," jelas Saifudin Azwari.

Sebab, dikatakan Bupati Lahat ini sepanjang rute yang ditempuh, beberapa kali Tim Crocodile dan tim peserta IOX sempat mengalami hambatan seperti mobil Yan Najib patah shock di tanjakan ekstrim sepanjang 1 kilomoeter, mesin jebol dan lainnya, bahkan kendaraan logistik mereka pun sempat terbalik. Tetapi berkat kerjasama dan kekompakan, mereka berhasil melewati rintangan.

Di Aceh khususnya, Saifudin Azwari, Yan Najib, dan Syahrial Oesman sengaja mengunjungi SD di Kabupaten Gayu Luwes, mereka pun  menyerahkan bantuan berupa uang dan peralatan sekolah.

"Karena kami berharap bisa menjumpai daerah yang memang jauh dari jangkauan penduduk, terutama sekolah-sekolah kesulitan sarana dan prasanara, bantuan ini memang tidak besar, tetapi inilah misi dari IOX, membuka jalan dan berusaha untuk selalu berbagi dengan sesama," jelas Azwari.

Hal serupa juga diungkapkan Yan Najib, selain membuka jalan, juga menjalankan misi sosial, misi kemanusiaan di dalamnya. Dia juga menceritakan perjalanan dan bagaimana melalui medan terjal di Aceh-Medan yang terbilang sulit, namun di sinilah letak kepuasannya.

"Kita melewati hutan rimba, jalan lintasan yang dulunya menjadi praktek illegal logging, bahkan kita bertemu dengan penduduk asli di sana. Ada fakta berbeda yang terungkap, bahwa orang-orang Aceh itu sangat ramah, tidak seperti yang diberitakan selama ini," jelas Yan.

Memang rombongan IOX sempat mampir di kawasan Sabang, Gayu Luwes, perbatasan antara Aceh-Medan yang dianggap rawan, namun anggapan itu tidak benar, penduduk di sana sangat berahabat. Selain membantu sekolah, Yan dkk juga sempat melepaskan beberapa hewan langka yang dipelihara penduduk setempat, hewan ini dibeli kemudian dilepaskan lagi ke alam liar."Itu juga dengan bantuan penduduk setempat," jelasnya.

Seperti diektahui, Internasional Off Road (I0X) 2013 ini, digelar dengan jalur lintas Sabang Aceng-Tanah Karo Medan 6-20 April. Diikuti Crocodile dan tim-tim besar dari bebepera provinsi seperti BHHH dari Bandung, Cheta (Jakarta), Leopard yang diperkuat pembalap Bucek Deep, Yuma, dan Samsir, kemudian Semut Merah, Tim dari Aceh, Komodo, dan Cobra. Ada pula tim dari Aceh, Medan, Bandung, Jakarta, Bogor, Riau, Jogjakarta, Surabaya, Semarang, Vietnam, Thailand, Malaysia.

"Alhamdulillah kami semua berhasil dengan selamat dan tahun depan IOX kembali digelar dalam jumlah peserta yang lebih besar untuk rute Lahat-Monas," jelas Yan.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved