• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 26 Oktober 2014
Sriwijaya Post

Usai UN, Winda Ditemukan Tewas Dibakar

Senin, 22 April 2013 11:16 WIB
Usai UN, Winda Ditemukan Tewas Dibakar
ISTIMEWA
Ilustrasi
SRIPOKU.COM, PEMATANGSIANTAR - Niat Windasari boru Manurung (17) pergi melancong ke Tanjung Balai, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara bersama guru kelasnya untuk merayakan perpisahan setelah Ujian Nasional (UN), tidak pernah terwujud.

Gadis asal kampung Rawang Baru, Pasar 8, Kecamatan Panca Arga, Kabupaten Asahan, ditemukan tewas Minggu (21/4/2013) kemarin, di areal kebun rambung PT Bakrie Plantations, Kecamatan Rawang Kisaran, Kabupaten Asahan.

Ketika ditemukan, kondisi pelajar SMA 1 Kisaran ini terbilang mengenaskan. Sekujur tubuhnya penuh luka bakar bahkan wajahnya gosong dan menghitam sehingga sulit dikenali. Tak cuma itu, ada bagian tubuh korban yang dipenuhi ulat belatung sehingga menimbulkan aroma bau busuk. Kuat dugaan korban dibakar hidup-hidup.

Sementara kalung emas dan sepeda motor Supra X nopol BK 4902 XN milik korban ikut dijarah. Untuk menyelidiki penyebab kematiannya, petugas Kepolisian Resor Asahan yang terjun ke lokasi, membawa mayat Winda ke ruang forensik RSUD dr Djasamen Saragih Pematangsiantar untuk keperluan otopsi.

Di ruang forensik, orangtua Winda, Magnara Manurung (45) mengaku, putrinya baru selesai mengikuti UN, Kamis lalu. Namun esoknya, Jumat (19/4/2013) korban pamit naik sepedamotor dari rumah hendak ke Tanjung Balai bersama guru sekolah. Namun, ditunggu sampai sore hari, korban tidak juga pulang ke rumah. Magnara mulai curiga, kemudian pergi menemui Devi (17) teman satu sekolahnya.

Ketika ditanya, Devi menjelaskan kalau Winda tidak jadi ke Tanjung Balai, melainkan pergi melancong dengan pacarnya, Nando Manalu (17), berboncengan naik sepeda motor milik Winda.

Mendapat jawaban dari Devi, Magnara semula mulai lega, namun ditunggu-tunggu sampai malam hari, korban belum juga pulang ke rumah, sehingga Magnara makin penasaran dan menghubungi telepon seluler Winda. Namun, telepon seluler Winda tidak aktif.

Setelah tak pulang satu malam, esoknya Magnara pergi menemui Nando di rumahnya, menanyakan keberadaan korban.Nando mengaku tak tahu di mana WInda, karena ia tidak jadi pergi dengan Winda. Akhirnya, Minggu pagi kemarin, seorang warga di kebun rambung PT Bakrie Plantations menemukan Winda sudah menjadi mayat. "Aku yakin Winda dibakar hidup-hidup, dua hari yang lalu. Apalagi pakaiannya semua habis terbakar," ujar Magnara sambil menitikkan air mata.
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
283242 articles 17 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas