Minggu, 21 Desember 2014
Sriwijaya Post

20 Desa Dapat Program PAMSIMAS

Jumat, 19 April 2013 08:17 WIB

SRIPOKU.COM, MUARAENIM - Sebanyak 20 desa di Kabupaten Muaraenim akan mendapatkan  Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) tahun 2013. Hal tersebut diungkapkan oleh Kadin PU Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Muaraenim Ramlan Suryadi didampingi Kasatker PAMSIMAS Kabupaten Muaraenim Ibnu Sani, pada sosialisasi program PAMSIMAS di aula RSUD HM Rabain Muaraenim, Kamis (18/4/2013).

Menurut Ramlan, Program PAMSIMAS yang berbasis pemberdayaan masyarakat ini ditargetkan sebanyak 20 desa yakni 16 desa reguler dan empat desa reflikasi. Untuk desa yang masuk program PAMSIMAS reguler, nantinya akan mendapatkan dana sekitar Rp 275 juta, yakni melalui dana APBN 70 persen, APBD Kabupaten Muaraenim 10 persen, dan swadaya masyarakat 20 persen. Sedangkan untuk desa reflikasi akan mendapatkan alokasi anggaran murni dari APBD Kabupaten Muaraenim yakni Desa Gedung Buruk, Talang Taling, Pagar Agung dan Talang Beliung.

"Dana pendamping masyarakat sebesar 20 persen, dibagi In cash (uang tunai) Rp 11 juta dan In kind sebesar Rp 44 juta berbentuk material dan tenaga. Tujuannya supaya masyarakat lebih rasa memiliki," ungkap Ramlan.

Dilanjutkan Ramlan, kedepan Pemkab Muaraenim akan memprioritaskan hibah insentif  bagi desa yang beprestasi dalam melaksanakan program PAMSIMAS tahun 2012 lalu. Hibah ini dari pusat setelah mendapatkan usulan dari Kabupaten sebesar Rp 250 juta bagi pembangunan akses air minum dan sanitasi kembali.

Bupati Muaraenim Ir H Muzakir Sa'i Sohar menghimbau agar SKPD terkait lebih mengutamakan pembangunan fasilitas masyarakat seperti PAMSIMAS, yang benar-benar menyentuh langsung dengan fasilitas masyarakat. Dan yang terpenting, dalam pembangunanya untuk memperhatikan kemampuan pendanaan dan jangan dibangun asal jadi.

"Saya pernah menemukan pembangunan sumur bor tetapi ternyata tidak ada sumber airnya, juga tidak ada pompa dan pipa penyaluran air ke rumah penduduk. Padahal air ini merupakan kebutuhan mendasar bagi masyarakat," ujar Muzakir.

Saat ini, kata Muzakir, khusus di Kota Muaraenim dan Tanjungenim, untuk memperbaiki fasilitas air bersih ini telah disediakan anggaran sebesar Rp 96 miliar di tahun 2013 ini. Ia menghimbau perusahaan yang ada agar dapat mengakomodir usulan program air bersih dan sanitasi yang diusulkan masyarakat melalui program PKBL dan CSR perusahaan.

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Soegeng Haryadi

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas