Contoh Rumah Knockdown Dipajang di Simpang Bandara SMB II
Sudah dua minggu ini kita promosikan dengan memajang rumah knockdown buatan warga Desa Tanjungbatu Seberang
Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Sudarwan
"Sudah dua minggu ini kita promosikan dengan memajang rumah knockdown buatan warga Desa Tanjungbatu Seberang di Simpang Bandara," ungkap pengusaha rumah knockdown, Iswandi Zakuan, Rabu (17/4/2013).
Menurut Agok --nama panggilan akrab Iswandi Zakuan--, ada beberapa alasan masyarakat memilih rumah knockdown ini.
"Ini harganya terjangkau dibandingkan beton. Memiliki daya tarik tersendiri karena unik. Pengerjaannya cepat. Kalau yang pesanan (inden) paling lama 2-3 bulan. Kalau yang ready stock dalam waktu 2 minggu sudah terpasang di tempat pembeli," ujar Agok kepada Sripoku.com.
Agok yang telah 5 tahun memasarkan rumah kayu ini mengaku telah ratusan unit terjual.
Rumah ini berbahan kayu dengan jenis kayu rangka-rangka kayu seru. Untuk dinding kayu meranti merah, plafon menggunakan kayu durian. Sedangkan atap sesuai pesanan bisa daun rumbia, seng atau rooof.
"Pembeli kita paling jauh sudah pernah dari Bali. Kalau Jabodetabek sudah. Di Sumatera ini paling jauh dari Padang," bebernya.
Untuk tipe 50 dibandrol Rp 95 juta. Tipe 36 Rp 67,5 juta, tipe 70 Rp 125 juta, dan tipe 80 Rp 145 juta.
"Setiap pesanan rumah itu sudah lengkap terpasang atap, plafon dan tiang. Selain paku juga dipasak. Ini asli pengerjaan dari Tanjungbatu yang merupakan warisan sejarah Usam Sumbing zamannya Sultan Hamid dari Palembang," paparnya.
Di samping tipe tersebut, Agok menerima tipe sesuai pesanan pelanggan. Selain bentuk rumah, pihaknya juga menerima pesanan untuk membuat restoran, mushola, villa, bungalow.
Bagi yang berminat Agok mempersilahkan datang ke rumah contoh di Simpang Bandara atau menghubungi 081510893662, 071158455736.