Rabu, 4 Maret 2015

5 Apartemen Termahal di Jakarta Bertarif Dollar

Minggu, 7 April 2013 10:07 WIB

Mengapa lima apartemen? Karena hanya lima apartemen inilah yang pantas mendapat julukan sebagai apartemen termahal dan termewah saat ini, di Jakarta. Apartemen-apartemen lainnya, yang justru kerap wira wiri di layar kaca sama sekali tak menyentuh satu pun kategori untuk laik disebut "mewah" dan "mahal".

Menurut CEO Leads Property Indonesia Hendra Hartono dalam wawancaranya dengan Kompas.com, Sabtu (6/4), terdapat enam hingga tujuh unsur yang harus dipenuhi agar hunian jangkung tersebut dilirik oleh kalangan atas (jet set).

Pertama dan yang utama adalah lokasi. Ini sangat menentukan harga jual dari apartemen itu sendiri. Semakin elit lokasinya, akan semakin tinggi harga lahannya. Tentu saja, hal ini berimplikasi langsung terhadap harga jual apartemen yang dibangun di atasnya. Kawasan-kawasan elit Jakarta yang sering diincar pengembang adalah Menteng, Kebayoran Baru, Mega Kuningan, Setiabudi, Sudirman CBD dan Permata Hijau.

Kedua adalah fasilitas yang lengkap dengan standar fasilitas yang tersedia di hotel mewah bintang lima. Ketiga, spesifikasi material bangunan yang berkualitas tinggi sesuai dengan ekspektasi konsumen kalangan kelas atas (jet set). Keempat, luasan unit apartemen. Jika dihitung bisa dua sampai tiga kali unit apartemen menengah.

Kelima, terbatasnya jumlah unit. Semakin sedikit unit-unit yang dilepas ke publik, akan semakin eksklusif. Keenam, pengelola apartemen yang sekelas operator hotel bintang lima. Ketujuh, reputasi pengembang. Sekali saja terdapat noktah merah dalam rekam jejaknya, selamanya pengembang tersebut tak akan dipercaya.

Nah, apartemen-apartemen mana saja yang "termahal" dan "termewah" itu? inilah daftarnya:

1. Dharmawangsa Residences Tower 3
Apartemen mewah yang dikembangkan Grup Samudranayaka Unggul ini berlokasi "tersembunyi" di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Karena jauh dari hingar bingar lalu lintas, Dharmawangsa Tower 3 dinilai paling privat dengan tingkat keamanan tinggi. Harga jualnya menembus angka 6.000 dolar AS per meter persegi atau setara Rp 58,5 juta per meter persegi. Sanudranayaka menunjuk Rosewood sebagai pengelolanya.

Halaman12
Editor: Bejoroy
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas