• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Sriwijaya Post

Danjen Kopassus: Saya Orang yang Terdepan yang Paling Bertanggung Jawab

Jumat, 5 April 2013 11:31 WIB
Danjen Kopassus: Saya Orang yang Terdepan yang Paling Bertanggung Jawab
KOMPAS.com/INDRA AKUNTONO
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo bersama Danjen Kopassus Mayjen TNI Agus Sutomo, sesaat sebelum berkeliling markas Kopassus, di Cijantung, Jakarta Timur, Jumat (5/4/2013).
SRIPOKU.COM, JAKARTA - Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus Mayor Jenderal TNI Agus Sutomo menyatakan siap bertanggung jawab atas terjadinya penyerangan dan pembunuhan empat tahanan di LP Cebongan, Sleman, Yogyakarta, beberapa waktu lalu.

Dengan tegas, ia siap berada di baris terdepan mempertanggungjawabkannya.

"Semua (yang terlibat) itu bawahan saya, anak buah saya. Maka di Kopassus, saya orang yang terdepan yang paling bertanggung jawab," kata Mayor Jenderal TNI Agus Sutomo di Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Jumat (5/4/2013).

Namun begitu, Agus mengatakan bakal mengikuti prosedur sesuai hukum yang berlaku di militer.

Ia menyerahkan semua sesuai hukum meski siap bertanggung jawab atas perbuatan anak buahnya.

Sebelumnya, Ketua Tim Investigasi TNI AD terkait penyerangan LP Cebongan, Sleman, Yogyakarta, Brigjen TNI Unggul Yudhoyono mengakui bahwa oknum Grup II Kopassus Kartosuro adalah pihak penyerang empat tahanan terkait pembunuhan Serka Santoso.

Menurutnya, penyerangan ini berhubungan dengan pembunuhan terhadap Serka Heru Santoso, yang juga anggota TNI AD, pada 19 Maret 2013 dan pembacokan terhadap mantan anggota Kopassus Sertu Sriyono pada 20 Maret 2013 oleh kelompok preman di Yogyakarta.

Serka Heru Santoso merupakan pejabat bintara peleton Kopassus yang notabene atasan langsung para pelaku yang juga pernah berjasa menyelamatkan pelaku saat melaksanakan tugas operasi. Sementara Sertu Sriyono adalah mantan Kopassus yang notabene merupakan rekan pelaku saat latihan komando.

"Peristiwa tersebut dilatarbelakangi jiwa korsa yang kuat di mana jiwa korsa merupakan roh setiap kesatuan militer. Namun, diakui kegiatan serangan ke Lapas II Cebongan adalah penerapan jiwa korsa yang tidak tepat," ujar Unggul.
Editor: Sudarwan
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas