• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 22 September 2014
Sriwijaya Post

ESP: Mari Satukan Tekad untuk Sumsel CERAH

Sabtu, 30 Maret 2013 20:50 WIB
ESP: Mari Satukan Tekad untuk Sumsel CERAH
TIM MEDIA ESP
Calon Gubernur Sumsel, Ir H Eddy Santana Putra MT (ESP) mengajak masyarakat untuk menyatukan tekad untuk mencapai Sumatera Selatan yang CERAH (Cerdas, Sehat dan Sejahtera).
RANTAUBAYUR - Calon Gubernur Sumsel, Ir H Eddy Santana Putra MT (ESP) mengajak masyarakat untuk menyatukan tekad untuk mencapai Sumatera Selatan yang CERAH (Cerdas, Sehat dan Sejahtera). Hal itu diungkap saat dirinya prihatin melihat kondisi masyarakat di pesisiran Sungai Musi yang belum memiliki mata pencaharian yang layak saat, bersilaturahmi dengan warga Kecamatan Rantaubayur, Kabupaten Banyuasin, Sabtu (30/3).
 
Menurutnya, kekayaan yang dimiliki Sumsel harusnya bisa dimanaafkan dengan baik. Sehingga bisa meningkatkan taraf hidup, seperti warga di Desa Sementol. Sejumlah warga menenun songket sebagai tambahan penghasilannya.
 
“Upaya untuk melakukan perbaikan taraf kehidupan harus terus dilakukan, sehingga kita bisa mencapai masyarakat lebih sejahtera. Jangan sampai masyarakat pesisir hanya mengandalkan hidup dari bertani dan nelayan saja,” ungkap Calon Gubernur Sumsel tersebut.
 
Rombongan sempat disambut hujan deras begitu mendarat di dermaga darurat di lapangan sekolah dasar. Namun hujan reda begitu acara dimulai.Di Rantaubayur Eddy Santana yang juga calon gubernur Sumsel datang bersama Calon Bupati Askolani SH MH dan Wakil Bupati Idasril SE MM.

Acara silaturahmi disertai tabligh akbar Ustad Ahmad Al-Habsyi. Eddy Santana yang datang bersama Ny Hj Eva Santana menggunakan kapal cepat speedboat. Dalam perjalanan ke Rantaubayur, Eddy Santana bertemu dengan warga Semuntul, Kecamatan Rantaubayur, Banyuasin dan warga Desa Arisanmusi, Kecamatan Muarabelido, Muaraenim.

Rombongan singgah di desa yang terletak di tepian Sungai Musi, menemui sejumlah kader partai yang sengaja mencegat rombongan. 

Eddy Santana didampingi Ny Hj Eva Santana, menyusuri Sungai Musi ke arah hulu, sekitar dua jam dari Pelabuhan Bek-Ang Kodam Sriwijaya. Desa Semuntul merupakan desa yang berbatasan dengan Kelurahan Pulokerto, Gandus.
 
Desa hanya bisa ditempuh menggunakan angkutan air dan sebagian besar penduduknya bertani tanaman pangan dan nelayan. Rombongan juga mampir di Posko PDI-P di Desa Arisan Musi, Kecataman Muarabelido, Kabupaten Muaraenim.
 
Pada kesempatan tersebut, ESP tampak begitu sumbringah ketika mampir ke desa Arisan Musi, kecamatan Muara Enim. Betapa tidak, dengan menumpang sebuah kapal, ESP berserta Istri Hj Eva Santana dan ustad Alhabsy mampir ke sebuah desa terpencil di tepian sungai Musi.

Warga yang belum tersentuh aliran listrik, air bersih dan belum memiliki jalan akses ke desa lain itu tampak bahagia menyambut kedatangan ESP. Betapa tidak, kesejahteraan saat ini juah dari harapan mereka.

Melihat hal tersebut, ESP yang leluasa menggunkan bahasa meranjat atau bebaso urang diri, mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengandalkan mata pencarian sebagai petani dan nelayan saja. 

"Kedepan harus ada usaha lain seperti membuat kerajinan songket atau lainnya. Sehingga taraf hidup masyarakat bisa dicapai," ungkapnya Ketua DPD PDI Perjuangan tersebut.

Pada kesempatan itu dirinya juga berbaur dengan warga setempat, dengan di dampingi trio kelakar betok yang mahir berbahasa urang diri. ESP pun, memotong celotehan cek Daus yang tak hentik mengocok perut warga.

"Aiiii, bebudi kamu tuh. Kagi, ngomong bae," celotehnya disambut tawa warga. 

Sementara itu Cek Daus, mengajak masyarakat untuk memilih ESP sebagai Calon Gubernur Sumsel 2013-2018. "Dak kado dak milih urang diri, baru ikolah ado urang diri nak jadi Gubernur," ungkapnya dalam bahasa Ogan.

Pada kesempatan itu juga ESP menghadirkan penceramah kondang, Ustad Alhabsy. Penceramah berdarah Palembang itu mengajak masyarakat memilih pemimpin yang amanah.

“Pemimpin yang amanah itu adalah yang bisa membawa masyarakatnya kepada kehidupan CERAH (Cerdas, Sehat dan Sejahtera), memilih pemimpin seperti memilih imam. Jadi jangan memilih imam yang kentut saat sholat, sudah batal wudunya masih mau melanjutkan sholat,” tegasnya. 

Pengirim:
Tim Media ESP
Editor: Soegeng Haryadi
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
264772 articles 17 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas