Jamilah Sopir Mini Tractor

Jamilah, salah satu operator mini tractor di Perkebunan PT Hindoli, Sungai Lilin Musi Banyuasin, Sumsel.

Tayang:
Penulis: Tarso | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM, SEKAYU - Jamilah (37), salah satu karyawan PT Hindoli Cargill tidak pernah berpikir akan menyetir mini tractor untuk mengangkut panen tandan buah segar (TBS) dari blok ke blok perkebunan.

Namun itulah kenyataannya. Bahkan pekerjaan itu justru menjadi kebanggaan sendiri baginya yang hanya tamatan sekolah dasar (SD).

Jamilah, salah satu operator mini tractor di Perkebunan PT Hindoli, Sungai Lilin Musi Banyuasin, Sumsel.

Saat kunjungan pers ke PT Hindoli, Jamilah bersama temannya satu profesi dideretkan untuk diperkenankan perusahaan kepada wartawan, Jumat (22/3/2013).

Kepada Sripoku.com, Jamilah mengaku dia sudah menjadi operator mini tractor tahun 2004 sampai sekarang.

"Saya hanya tamat SD. Awalnya saya buruh penyemprot rumput," ujarnya seraya mengaku sedikit banyak mengerti sistem mekanis tractor yang ditanganinya.

Menurutnya, tidak sulit mengoperasikan tractor tersebut.

"Di blok ini kami yang perempuan karyawan operator mini tractor ini ada empat orang," terangnya sembari menambahkan selama jadi operator mini tractor dia aman-aman saja karena perusahaan memang menekan standar operasi prosedur (SOP) untuk karyawannya.

Menurut Presiden Direktur PT Hindoli, Anthony Yeow, banyak keuntungan tenaga operator seorang perempuan.

Salah satunya karena mereka tidak merokok jadi gangguan kerja lebih kecil dibandingkan tenaga operator pria.

"Tetapi operator pria juga banyak lebih dari perempuan," paparnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved