A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Polres Banyuasin Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Cetak Sawah Baru - Sriwijaya Post
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 31 Juli 2014
Sriwijaya Post

Polres Banyuasin Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Cetak Sawah Baru

Kamis, 21 Maret 2013 16:32 WIB
SRIPOKU.COM, PANGKALANBALAI - Anggaran proyek perluasan areal tanaman pangan (cetak sawah baru) di Distanak Banyuasin diduga dipotong atau disunat tidak sesuai dengan perentukan.

Untuk membongkar dugaan kasus korupsi proyek ini Unit Tipikor Polres Banyuasin tengah melakukan penyelidikan termasuk melakukan pemeriksaan sejumlah saksi di antaranya Kadistanak Banyuasin Ir Madian MSi.

Kapolres Banyuasin AKBP Agus Setiyawan melalui Kasat Reskrim AKP Ali Rojikin membenarkan jika pihaknya tengah mengambil keterangan Kadistanak Kabupaten Banyuasin.

“Pak Ir Madian Msi kita periksa sebagai saksi, terkait dugaan korupsi proyek perluasan areal tanaman pangan (cetak sawah baru) dalam program penyediaan dan pengembangan prasarana sarana pertanian pada satuan kerja Dinas pertanian tanaman pangan dan hortikulturan Sumsel pada Distanak Banyuasin, yang saat ini tengah kita selidiki,“ katanya kepada Sripoku.com, Kamis (21/3/2013).

Dijelaskan AKP Ali, anggaran proyek perluasan areal tanaman pangan (cetak sawah baru) dalam program penyediaan dan pengembangan prasarana sarana pertanian ini berasal dari APBN program Bansos tahun anggaran 2012 sebesar Rp 18 Miliar yang digunakan untuk cetak sawah di sembilan desa dalam Kecamatan Pulau Rimau dengan luas 1800 hektare.

“Ini semua berasal dari laporan masyarakat dan kita tindaklanjuti dengan penyelidikan. Saat ini petugas kita sedang mengumpulkan alat bukti,“ katanya.

Berapa besar kerugian negara atas kasus penyimpangan ini, AKP Ali Rojikin belum dapat menyimpulkan karena masih dalam tahap pengumpulan bukti dan penyelidikan di lapangan.

“Kita pastikan ada dugaan dana yang dipotong atau disunat dalam pelaksanaan proyek ini, berapa besar masih dalam penyelidikan," tegasnya.

Dalam kesempatan ini juga, mantan Kapolsek Betung ini kembali menegaskan, Kadistanak Banyuasin Ir Madian Msi menjalani pemeriksaan sebagai saksi dan belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.

“Jadi kita belum menetapkan tersangka, namun masih mengumpulkan alat bukti dan mengambil keterangan dari para saksi,“ tandasnya.
Penulis: Saifudin Zuhri
Editor: Sudarwan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas