Jumat, 19 Desember 2014
Sriwijaya Post

Polisi Amankan Ribuan Liter Minyak Mentah Ilegal

Kamis, 21 Februari 2013 18:23 WIB

SRIPOKU.COM, PANGKALANBALAI – Irwansyah (28), warga Jalan Sejahtera Lingkungan III RT 16 RW 05 Kelurahan Betung, diamankan jajaran Mapolres Banyuasin lantaran membawa bahan bakar minyak (BBM) jenis minyak tanah (mitan) sebanyak 1.760 liter yang diduga ilegal.

Tersangka ditangkap petugas gabungan yang melakukan razia di Jalan Palembang-Betung Km 42 Kelurahan Kayu Are Kuning Kecamatan Banyuasin III, Rabu (20/2/2013) malam sekitar pukul 22.30, bersama mobil Suzuki APV BG 1439 NE yang digunakan untuk mengangkut mitan yang diduga ilegal tersebut.

Irwansyah mengaku, jika minyak tersebut milik salah satu oknum petugas berinisial YM. Minyak tersebut rencana mau ke jual ke Lampung.

“Saya disuruh bawa dari Bayung Lincir ke Lampung, tapi ditengah jalan dicegat Polisi yang sedang razia. Saya bilang kalau minyak ini punya orang Polda, tapi tetap ditahan karena saya memang tidak punya surat menyurat,” terang tersangka Irwansyah.

Diterangkannya, ia hanya mendapat upah Rp 600 ribu untuk membawa minyak tersebut. “Saya angkut minyak tanahnya sebanyak 3 kali, ini yang ketiga tapi keburu ditangkap,” tambahnya.

Mitan tersebut dimasukkannya ke dalam 4 drum plastik dan 1 tedmond. “Saya hanya disuruh Ym, Pak,” kata Irwansyah.

Selain Irwansyah, hasil razia tersebut juga mengamankan 1 truk dilengkapi tangki modifikasi berisi minyak mentah CPO. Diduga, minyak tersebut curian, sehingga sopirnya, Ledi Yusman (32), warga Kampung IV Dusun II Desa Kemang Kecamatan Sanga Desa, diamankan di Mapolres Banyuasin.

Turut diamankan bersama tersangka, yakni 1 truk merk Dyna bernopol BG 8676 UC bersama 8.000 liter minyak mentah. “Saya ambil dari sulingan warga di Sanga Desa, rencananya mau jual ke Bangka. Jujur pak ini bukan hasil curian, saya beli dari warga,” elak tersangka Ledi.

Kapolres Banyuasin, melalui Kabag Ops Kompol Doni Sembiring membenarkan telah mengamankan dua sopir membawa minyak mentah dan minyak tanah tanpa dilengkapi surat resmi dari Pertamina.

“Keduanya ditahan berkat razia Sikat Rutin yang kami lakukan. Kedua sopir masih dalam pemeriksaan, dan saat ini kedua kendaraan bersama barang bukti sudah kami amankan. Keduanya juga kita jerat dengan Pasal 53 huruf b Undang-undang Migas No 22 Tahun 2003 dengan ancaman 4 tahun penjara atau denda Rp 40 Miliar,” katanya.
Penulis: Saifudin Zuhri
Editor: Soegeng Haryadi

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas