• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 31 Oktober 2014
Sriwijaya Post

Indoguna Utama, Pemain Lama di Bisnis Impor Daging

Jumat, 1 Februari 2013 10:02 WIB
Indoguna Utama, Pemain Lama di Bisnis Impor Daging
SRIPO/DOKUMEN
Ilustrasi.
SRIPOKU.COM, JAKARTA — PT Indoguna Utama adalah pemain lama dalam urusan impor daging sapi di Indonesia. Pada 2011, Indoguna mendapat jatah impor daging seberat 5.000 ton. Jumlah ini setara 6,94 persen dari total alokasi impor daging sapi yang mencapai 72.000 ton.

Pada tahun yang sama, pemerintah menambah alokasi impor daging sapi 28.000 ton. Dari tambahan itu, kelompok usaha Indoguna yang dimiliki pengusaha Elisabeth Liman ini meraih jatah 10.600 ton. Jatah atas nama Indoguna seberat 1.600 ton. Sedangkan perusahaan yang terafiliasi dengan Indoguna, yakni PT Cahaya Karya Indah mendapat 4.300 ton dan PT Surya Cemerlang kebagian 4.700 ton. Dus, Grup Indoguna menguasai 37,86 persen alokasi tambahan impor 2011.

Dominasi Indoguna terhadap alokasi impor daging sapi berlanjut pada 2012. Selama semester pertama, Grup Indoguna meraih 3.550 ton daging impor, atau menguasai 17,81 persen dari total alokasi seberat 19.929 ton. Perinciannya, Indoguna mendapatkan 2.700 ton, CV Cemerlang Abadi (350 ton), PT Cahaya Karya Indah (300 ton), dan PT Sinar Terang Utama (200 ton).

Pada tahun ini, seiring dengan terus menyusutnya alokasi impor daging sapi, Grup Indoguna mendapatkan jatah 2.540 ton. Dari jumlah itu, atas nama Indoguna mendapatkan jatah impor sebesar 435 ton. Selebihnya adalah perusahaan yang berafiliasi dengan Indoguna. Adapun jatah kuota impor daging sapi pada 2013 sebanyak 32.000 ton. Ini berarti pangsa pasar Indoguna sebesar 7,94 persen dari total jatah impor daging sapi.

Nama Indoguna mencuat ketika dua petingginya Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi diduga melakukan transaksi suap dalam proses impor daging sapi. Dugaan suap ini melibatkan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq. Belakangan, Luthfi mengundurkan diri dari jabatan Presiden PKS. (Fitri Nur Arifenie/Kontan)
Editor: Bejoroy
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas