A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Musprov KNPI Sumsel Dinilai Cacat - Sriwijaya Post
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 29 Agustus 2014
Sriwijaya Post

Musprov KNPI Sumsel Dinilai Cacat

Rabu, 30 Januari 2013 16:40 WIB
Musprov KNPI Sumsel Dinilai Cacat
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Ade Indra Chaniago
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sejumlah OKP (organisasi kepemudaan) mendesak DPP KNPI untuk segera membentuk carateker dan melaksanakan Musprov ulang.

"Kami menilai produk Musprov KNPI 16 Januari 2013 cacat hukum Karenanya kami mendesak DPP KNPI untuk segera membentuk carateker dan melaksanakan Musprov ulang," ungkap Ketua PW Gerakan Pemuda Ka'bah, Ade Indra Chaniago, kepada Sripoku.com, Rabu (30/1/2013).

Oleh karena itu, kata Ade, hasil-hasil produk Musprov itu para OKP menolaknya dan menyatakan tidak sah.

Syarat pencalonan untuk jadi ketua dua kali periode, dan F Ridho menurutnya sudah dua kali duduk di kepengurusan. Sebelumnya ia menjabat sekretaris.

"Musprov sudah melenceng AD ART ruh KNPI. Setiap pendapat, interupsi selalu divooting. Argumen kusir. Kita selalu kalah. Bahkan sampai ada yang digebuk. Antara lain LPJ tidak disampaikan ke forum. Aturan dicoblos, ini tulis nama," ujar Wakil Ketua I DPD KNPI Mura, Syaiful Anwar SAg.

Sementara Ketua Musprov KNPI Sumsel, Akmal Jailani yang dikonfirmasi terkait desakan ini menyatakan bukan kapasitasnya menjawab.

"Bukan kapasitas aku menjawabnya. Aku Ketua OC (organizing committe). Aku cuma pelaksana, pengarah. Tugas aku mengadakan tempat, peserta, fasilitas. Itu tanyoke ke Arbain Semendawai," kata Akmal Jailani.

Ketua KNPI Sumsel, MF Ridho sendiri menyatakan Musprov sudah sesuai AD ART.

"Tidak benar. Ini kan sidang istimewa menggabungkan dua kubu. Agak beda metode Musprovnya. Sidang LPJ dihadiri OKP sudah diterima dalam sidang. OKP mana saja yang tidak terima. Kalo OKP dak jelas. Terima, legowolah. Apalagi sudah ada pernyataan harus siap menang dan siap kalah," ujar Ketua KNPI Sumsel, MF Ridho.

Beberapa catatan hal-hal yang menjadi Musprov KNPI Sumsel tidak sah dan ilegal antara lain:

1. Legalitas DPP KNPI tidak sah karena tanpa surat mandat yang ditanda tangani ketum dan Sekjend.

2. Verifikasi OKP yg berhimpun tidak dilakukan sesuai mekanisme, terbukti banyak OKP yang tidak ada di pusat tapi tetap menjadi peserta salah satunya KNPD (Komite Nasional Pemuda Demokrat) yang notabene OKP yang mengusung salah satu calon Ketua KNPI terpilih.

3. Proses penetapan kepanitian yang tidak melalui pleno pengurus KNPI dan hanya ditunjuk oleh HBA secara sepihak dan melanggar pasal rapat-rapat yang diatur oleh AD ART

4. Proses sidang-sidang yang meniadakan laporan pertanggung jawaban Ketua KNPI Sumsel versi HBA yang seperti diketahui menggunakan anggaran APBD sebagai dana hibah Pemrov Sumsel selama 3 tahun anggaran, ditengarai dana tersebut terindikasi korupsi berdasarkan maraknya pemberitaan media-media cetak lokal.

5. Pelanggaran AD ART pasal 5 ayat 2 dan pasal 5 ayat 3, tentang mengatur syarat-syarat pencalonan Ketua KNPI, bahwa diduga salah satu calon terpilih telah duduk di jajaran pengurus harian KNPU Sumsel selama 2 periode kepengurusan, sehingga tidak sah sebagai bakal calon, apalagi dipilih sebagai Ketua KNPI.
Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Sudarwan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
221412 articles 17 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas