Selasa, 27 Januari 2015

Markas Armed dan Polres OKU Timur Kondusif

Senin, 28 Januari 2013 17:15 WIB

Tidak ada aktivitas yang berbeda dari biasanya. Wartawan yang berusaha masuk ke dalam Markas Armed mengalami kesulitan karena tidak adanya akses untuk masuk ke dalam markas tersebut, Senin (28/1/2013).

Beberapa penjaga yang ada di pintu masuk tidak mengizinkan wartawan untuk masuk.

Sejumlah nama petinggi Yon Armed yang disebutkan wartawan akan ditemui dikatakan penjaga sedang tidak berada di tempat dan sedang menerima tamu sehingga tidak bisa ditemui.

Para wartawan kemudian berinisiatif menghubungi Kapendam II Sriwijaya Kolonel Arm H Jauhari Agus Siraji.

Dalam sambungan telpon tersebut Kapendam mengatakan bahwa memang tidak ada anggota yang bisa untuk diwawancarai dan diberi izin untuk memberi keterangan kepada wartawan. Hal itu sudah sesuai prosedur.

“Memang tidak boleh, kalau mau mencari keterangan dan konfirmasi sudah ditetapkan melalui saya. Yang lain tidak boleh. Semuanya melalui prosedur satu pintu, kalau cuma mau masuk saja tidak apa-apa. Namun kalau mau mencari informasi tidak bisa karena memang informasinya dari satu pintu saja,” katanya.

Para jurnalis media cetak dan elektronik yang ada di wilayah OKU Timur akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Markas Armed tersebut.

Halaman12
Penulis: Evan Hendra
Editor: Sudarwan
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas