Minggu, 21 Desember 2014
Sriwijaya Post

Pembunuhan Pasutri 50 Meter dari Mapolsek Lempuing

Rabu, 2 Januari 2013 20:06 WIB

Pembunuhan Pasutri 50 Meter dari Mapolsek Lempuing
SRIPOKU.COM/MAT BODOK
Kasat reskrim Polres OKI AKP H Surchman SH SIk memimpin olah TKP di rumah korban pasutri yang dibunuh dengan leher nyaris putus.
SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG-Pasca kasus pembunuhan terhadap pasangan suami istri (Pasutri) Adi alias Poniran (27) Mariam (25) warga Desa Tebing Suluh RT 06, No 451 Kecamatan Lempuing Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Selasa (1/1/2013) lalu.  Kini Satresrkrim telah mengantongi pelakunya.

Dari tempat kejadian yang menewaskan pasutri yang disaksikan anak
semata wayang Putri berumur 3 tahun itu, ternyata hanya 50 meter dari Kantor Polsek Lempuing. Kejadian itu, tak ada satu personel di Mapolsek mengetahuinya. Padahal, korban saat itu sempat berteriak minta tolong. Rumah berdinding papan dan beratapkan genteng serta berlantai tanah itulah kedua korban dibunuh secara sadis.

Demikian, tetangga korban yang rumahnya juga berjarak 50 meter itu
sempat terdengar suara gadu. Namun, tetangganya tak bisa berbuat
banyak. Apalagi kediaman pasutri tadi, 30 meter dari pinggir Jalan
Lintas Timur (Jalintim) OKI. Dari peristiwa yang menyedihkan itu,
membuat geregetan Satreskrim Polres OKI AKP H Surachman SH SIk untuk mengungkap kasus pembunuhan pasutri.

“Pelakunya sudah teridentifikasi. Namun, pihak polisi masih tetap
pemeriksaan terhadap saksi-saksi,” kata Kapolres OKI AKBP Agus F SH
SIk melalui Kasat Reskrim AKP H Surachman didampingi Kanit Reskrim Ipda Johni Martin SH seraya berucap untuk mencari lebih teliti, pihaknya akan tetap meminta keterangan dari Putri yang kini masih trauma dengan kejadian tersebut.

“Anaknya takut melihat orang. Namun, berbagai upaya kita bujuk Putri
untuk menunjukan pelaku pembunuhan kedua orang tuanya. Karena, Putri mengetahui pelakunya dengan sebutan Oom Jawo,” ujar Surachman saat ditemui di rumah duka.

Lebih lanjut Surachman, saksi kuncinya tak lain anak korban. Sekarang ini, Putri belum bisa menyebutkan pelakunya. Namun, gambaran pelaku sudah jelas karena, ada petunjuk nenek Putri yang bernama Juai (70).

“Dari keterangan neneknya kita sudah bisa menyimpulkan, ditambah keterangan pedagang yang menjual lakban yang diduga digunakan untuk menutup mulut kedua korban, dan dari keterangan anak korban Pihaknya bisa mengetahui identitas pelaku.

“Sekarang anak korban masih dirawat oleh neneknya, saat ini masih dalam perlindungan oleh unit Perlindungan perempuan dan anak (PPA), walaupun anak korban tidak bisa dijadikan saksi, tetapi dari keteranganya yang mengatakan pelaku adalah “Oom Jawo” hal itu sudah menjadi bahan kita untuk pengungkapan,” ujar Surachman.

Untuk membujuk anak korban Putri Kanit PPA Ipda Rohimah yang harus
turun tangan, karena Putri hingga kini belum bisa bercerita lebih
jelas. Putri hanya menyebutkan nama Oom Jawo. “Putri masih dihibur ke
pasar bersama neneknya,” ujar Surachman.

Ipda Rohima, sedikit kesulitan karena Putri hanya mau digendong oleh
neneknya. “Putri takut kalau melihat orang apalagi mau digendong atau
di foto. Putri hanya tak lepas dari gendongan neneknya,” timpal
Rohima.
Penulis: Mat Bodok
Editor: Hendra Kusuma

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas