Sabtu, 4 Juli 2015
Home » Opini

Mewaspadai Lima Jebakan Modernisasi

Jumat, 7 Desember 2012 10:52

Mewaspadai Lima Jebakan Modernisasi
Sripo/Ist
Havis Aravik, MSi Dosen PAI Universitas IGM Palembang

MODERNISASI secara umum diartikan sebagai perubahan-perubahan masyarakat yang bergerak dari keadaan yang tradisional atau dari masyarakat pra modern menuju kepada suatu masyarakat yang modern. Tetapi dalam konteks kekinian modernisasi sudah menjadi jimat dan kalimat ampuh yang mampu membuai banyak orang yang tanpa sadar ‘terjebak’ dalam arus modernisasi dengan menenggelamkan dirinya dalam lingkaran ketidakpastian.

Dewasa ini, Amerika (Paman Sam) telah memproklamirkan dirinya menjadi kiblat modernisasi. Gaya hidup serba liberal, kapitalis dan glamour disulap seolah-olah sangat memikat dan menakjubkan. Sehingga lewat berbagai cara mereka berusaha agar setiap orang mengikutinya termasuk umat Islam (Perdana, 2003:140).
Sedikitnya ada lima jebakan modernisasi yakni:

Pertama, fashion. Perempuan merupakan sasaran utama semua produk yang bersangkut paut dengan dunia kapital (modern). Dengan semangat mempropagandakan westernisasi globalisasi dan materialisme, disulaplah berbagai model fashion yang ditawarkan kepada umat Islam, seperti jilbab gaul yang hanya dililitkan di leher sembari tetap memperlihatkan bagaimana bentuk dan lekukan tubuh.

Selain itu, berkat ideologi kapitalis, kini mengenakan jilbab bukan sekadar mematuhi perintah agama, tetapi bagaimana dalam pengertian model, jilbab juga memenuhi unsur gaya, modis, elegan dan tampak vulgar serta seksi. Perbuatan seperti ini sudah jauh-jauh hari diprediksi Rasulullah SAW:
“Di akhir masa nanti akan ada di antara umatku, perempuan-perempuan berpakaian, tetapi telanjang, di atas kepala mereka terdapat seperti punuk unta (maksudnya meninggikan rambut seperti punuk unta), mereka itu adalah manusia-manusia yang terkutuk.”

Dari Abdullah Ibnu Umar ra, dia berkata: “Telah berkata Rasulullah SAW, barangsiapa yang memakai pakaian kemasyhuran di dunia, maka Allah akan memakaikan kepadanya pakaian kehinaan pada hari kiamat, kemudian dinyalakan baginya api neraka.” (HR Abu Daud). (Abu Syuqqah, 1995:247).

Kedua, fun. Hiburan menjebak umat Islam untuk sibuk mengejar kenikmatan sesaat yang fana seperti mabuk-mabukan, berjudi, korupsi, berzina dan lain sebagainya. Kemudian ideologi modernisasi menciptakan slogan-slogan penyemangat bahkan menjadi jimat untuk mendapatkan hiburan seperti gaul, funcy, happy, modern, alay, metal dan sebagainya.   

Konsekuensinya, budaya dansa-dansi, pesta laki-laki perempuan anak-anak muda biasa saja dan ujung-ujungnya zina bukan suatu hal yang haram, itu semua demi ideologi kebebasan (freedom), fantasi dan sensasi (Hidayat, 2009:174).

Halaman123
Penulis: admin
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas