• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 16 September 2014
Sriwijaya Post

Arus Sungai Komering Robohkan Dinding Penahan Tebing

Minggu, 2 Desember 2012 12:56 WIB
Arus Sungai Komering Robohkan Dinding Penahan Tebing
SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA
Kondisi dinding penahan ruas jalan provinsi di Desa Tanjungaman, OKU Timur yang ambruk akibat meluapnya aliran Sungai Komering sehingga mengancam badan jalan dan suplai air irigasi Upper Komering.
SRIPOKU.COM, MARTAPURA – Dinding penahan (bronjong, red) ruas jalan Provinsi Martapura-Belitang, dan Martapura-Kayuangung yang tepat berada di sisi aliran Sungai Komering, Desa Tanjungaman, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur, roboh. Panjangnya dinding yang roboh tersebut sekira 30 meter.

Menurut warga sekitar yang ditemui Sripoku.com, Minggu (2/12/2012), hal itu sudah terjadi sejak beberapa minggu terakhir. Namun sejauh ini belum ada tanda-tanda perbaikan baik dari pemerintah Pronvinsi, Balai Besar Wilayah Sungai, maupun Pemerintah Kabupaten OKU Timur. Namun pihak PU Pengairan Wilayah II Sumatera telah melakukan koordinasi.

Antisipasi sementara dilakukan dengan memberikan pembatas pasir dan garis polisi di pinggir jalan untuk mengingatkan pengguna jalan.

Dinding penahan yang tepat berada di pinggir Sungai Komering tersebut diperkirakan roboh akibat meluapnya aliran Sungai Komering yang disebabkan oleh tingginya intensitas hujan dalam beberapa bulan terkahir.

Selain mengancam badan jalan, robuhnya dinding penahan itu juga mengancam kelancaran suplai air persawahan petani. Aliran Sungai Komering merupakan penyuplai air untuk irigasi Upper Komering yang mengairi ribuan hektare lahan sawah warga di seluruh kabupaten OKU Timur.

Pengamatan Minggu (2/12/2012) kondisi bronjong yang menahan terjangan air Sungai Komering sudah roboh dan masuk kedalam aliran sungai sekitar dua meter. Meski belum memakan badan jalan, namun tanah yang berada di pinggiran ruas jalan provinsi tersebut sudah mulai terkikis.

“Bisa saja jalan ini terputus jika hujan turun dengan lebat dan lama. Selama ini yang menahan jalan ini adalah dinding ini, kalau ini sudah tidak ada lagi, kemungkinan dalam beberapa bulan kedepan aliran sungai akan memutus badan jalan ini,” ujar Abi (50) warga Tanjungaman.
Penulis: Evan Hendra
Editor: Soegeng Haryadi
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
180802 articles 17 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas