Sabtu, 29 November 2014
Sriwijaya Post

LSM Peduli Bangsa Ditangkap Polisi

Kamis, 22 November 2012 20:20 WIB

LSM Peduli Bangsa Ditangkap Polisi
SRIPOKU.COM/MAT BODOK
Tersangka Ringguk yang mengenakan baju hitam tas selendangnya digeledah polisi dan diamankan di Satreskrim Polres OKI. Karena menyimpan senjata tajam jenis badik
SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG–Ringguk Umang (36) warga Cengal  Kecamatan Cengal Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), tidak berkutik  ketika dikepung oleh jajaran Satreskrim Polres OKI. Pengepungan terhadap  anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) itu, lantaran sebagai  provokator sebagai pengeroyokan terhadap karyawan PT Lonsum.


Kapolres OKI AKBP Agus F SH SIk melalui Kasat Reskrim AKP H  Surachman SH, Selasa (22/11/2012) mengatakan, penangkapan terhadap  LSM tadi terjadi di Desa Celikah Kecamatan Kayuagung, karena tersangka telah melakukan pengrusakan mobil dan melakukan pengeroyokan terhadap karyawan perusahaan Lonsum yang bergerak dibidang perkebunan karet. Juga tersangka ini diduga telah menggelapkan uang gaji buruh PT Lonsum.


"Ada laporan dari pihak perusahaan yang menyebutkan bahwa tersangka telah melakukan perusakan dan penganiayaan. Ditambah pula tersangka telah menggelapkan gaji buruh,” kata Surachman didampingi penyidik Ipda Jailili SH.


Saat penangkapan tadi, tersangka berusaha kabur. Namun, di tempat persembunyian tersangka sudah dikepung oleh polisi siang saat itu. Dugaan kuat tersangka ini sering melakukan pemerasan terhadap warga dan pejabat desa di wilayah Kecamatan Cengal dan Kecamatan Sungai Menang dengan modal Id Card, pengenal LSM Peduli Bangsa.


"Tersangka ini sebagai provokator dalam aksi demo di pemerintahan Kabupaten OKI. Untuk pengembalian lahan plasma masyarakat," sebut Surachman.


Yang sangat memeratkan tersangka ini tak lain, telah merusak mobil Estrada Nomor polisi (Nopol) BG 9719 AI milik PT Lonsum pekan lalu. Dan melakukan pengeroyokan karyawan perusahaan. "Saat kejadian itu, banyak saksi yang menyaksikannya bahwa tersangka terlibat dalam pengeroyokan dan perusakan terhadap mobil," timpal Kanit Pidum Ipda Jhoni Martin. Lebih lagi, tersangka telah menggelapkan gaji buruh penyadap karet PT Lonsum.


Saat itu, perusahaan PT lonsum belum membayarkan gaji buruh penyadap karet, sehingga tersangka mengajak para buruh untuk demo, akhirnya PT Losum membayar gaji mereka melalui tersangka, tetapi oleh tersangka tidak dibayarkan.


Sementara itu, tersangka menyangkal jika dirinya terlibat pengerusakan mobil PT Lonsum dan melakukan pengeroyokan. ”Pengerusakan itu dilakukan oleh massa, saya memang waktu itu ada di lokasi, tetapi saya tidak pernah mengajak atau mengerusak mobil warga tersebut,” tegas Ringguk dihadapan polisi seraya berucap uang gaji yang dituduhkan sudah diberikan kepada pekerja.

Penulis: Mat Bodok
Editor: Hendra Kusuma

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas