The Big Four ISL 2012/2013 Versi Hardimen Koto

Hardimen berbicara banyak tentang pemain asing, sepakbola Indonesia dan empat klub besar(the big four) yang memiliki kans...

The Big Four ISL 2012/2013 Versi Hardimen Koto
ist
Hardimen Koto
SIAPA yang tidak kenal dengan Hardimen Koto. Dia pengamat, presenter, wartawan, konsultan, hingga agen. Hingga kini dia terus eksis. Dengan kapasitasnya itu, Hardimen berbicara banyak tentang pemain asing, sepakbola Indonesia dan empat klub besar(the big four) yang memiliki kans juara Indonesia Super Laegue (ISL), berikut klub kuda hitam. Berikut petikan wawacaranya.

Sebagai wartawan, pengamat, dan agen, Apa pandangan anda tentang
Liga Super Indonesia, klub mana yang berpeluang juara?
Siapa yang juara? Aha, ini pertanyaan susah. Banyak klub untuk season nanti membangun timnya dengan komposisi baru. Lihat Persib Bandung yang sangat ambisius, Arema Malang dengan aroma Pelita, Persegres Gresik yang menggeliat, Persiba Balikpapan yang tenang
menghanyutkan. Sriwijaya FC Palembang yang tertantang dengan mahkota juara ketika mereka cuci gudang. Kita juga harus melihat
kekuatan tradisional macam Persipura yang sudah me-launching
timnya. Juga Persija Jakarta yang adem-ayem. Kita semua juga
menantikan Pelita Jaya wajah baru yang diakuisisi Bandung Raya.
Belum lagi kehadiran Semen Padang jika positif bergabung ke ISL.
Saya pikir, musim depan akan heboh. Rame. Sulit untuk menebak
sebelum kick-off.

Sebagai juara bertahan, SFC bagaimana?, mampukah bersaing dengan
Arema atau Persib, dan Persipura?

Harus mampu dan bisa! tim yang hebat tidak hanya ditentukan komposisi pemain yang bagus, juga gaya manajerial yang friendly, hangat dan bikin semua pemain nyaman. SFC sudah membuktikan itu. Gaya pak Hendri Zainuddin yang membumi, gaya pak Augie yang kolegial termasuk gaya President SFC pak Dodi yang kebapakan. Ini bikin pemain nyaman dan efeknya sangat positif di lapangan ketika tim bertanding dengan Kas Hartadi yang tenang di pinggir
lapangan.

Selain empat klub di atas siapakah klub yang memiliki kans?
Ya, empat tim itu kansnya besar: Persipura, Arema, Persib dan Sriwijaya FC. Tapi jangan lupakan juga under-dog macam Persegres, bahkan juga Persija Jakarta dan Semen Padang. Dua tim promosi, Persepam Madura United dan Barito Putra Banjarmasin patut pula diperhatikan.

Apa pandangan anda dengan pemain asing, masihkah dibutuhkan?
Pemain Asing adalah kosmetik penting dalam industri sepakbola. Kita tahu, pemain asing menyodorkan aspek teknis dan komersial. Bicara aspek teknis disitu ada transfer knowledge kepada pemain lokal. Tentu dengan catatan pemain-pemain asingnya  berkualitas dan kemampuannya di atas rata-rata pemain lokal. Secara komersial, pemain asing menjadikan sebuah liga menjadi lebih kompetitif, semarak dan menarik. Ini akan menyedot animo penonton
dan menjadikan liga bernilai lebih dengan media-coverage yang luar biasa. Kalau sudah begini, klub dan juga liga menjadi lebih saleable dan marketable. Industri sepakbola akan berjalan dengan baik dan benar. Pemain asing juga membuat sepakbola Indonesia menggoblal dalam peta dunia.

Bagaimana mendapatkan pemain asing yang berkualitas?
Riset, network, dan hunting langsung. Semua ini dibarengi dengan wawasan sepakbola yang baik dan ketajaman analisis.

Ali Khadafi adalah pemain anda, bagaimana mendapatkan dia (Togo),
jauh di dataran Afrika?

Saya FIFA Agent. Berlisensi. Nama dan identitas saya di-publish di website FIFA. Jadi, pemain dan rekan sesama agen bisa berkomunikasi dengan saya. Ali Khaddafi adalah salah satu contoh. Mengapa Ali lebih memilih Agency saya, Soccerindo Sport Management, jawabannya bisa langsung ditanyakan ke pemain yang bersangkutan. Tapi satu yang penting buat saya adalah: pemain
butuh kenyamanan. Dan saya menempatkan semua pemain di bawah payung Soccerindo sebagai keluarga.

Banyak yang menilai, hengkangnya banyak pemain bintang SFC karena
permainan agen, apa pendapat anda?

Yang saya tahu bahwa peran Agen Pemain adalah membantu memenuhi kebutuhan keduabelah pihak yaitu pemain dan klub. Artinya ada mediasi di situ. Soal berpindahnya satu pemain dari sebuah klub bagi saya itu soal pilihan. Selebihnya saya tidak mau menerka-nerka.

Sekadar penegasan, apa ada istilah agen nakal?
Muara sebuah bisnis adalah materi. Akan tetapi kita sebagai praktisi bola meski dalam sektor kecil harus punya tanggung jawab professional dan pakai hati tentunya. Kalau pun memang ada istilah agen nakal, saya hanya melihatnya sebagai agen oportunis yang hanya berfikir bisnis.

Ini Negeri Gila Bola

BAGAIMANA awal mulanya bisa merambah ke dunia agensi?
Seperti tag-line AFC, The Future Is Asia, seperti itu pula saya melihat bahwa suatu ketika nanti, industri sepakbola di Indonesia bisa marak. Saya banyak bepergian, melihat di banyak tempat dan merasakan bagaimana hebohnya atmosfir industri sepakbola di berbagai negara. Saya coba share dengan cara saya: sebagai jurnalis sepakbola (ketika masih aktif); sebagai komentator, sebagai presenter, sebagai kolumnis dan juga sebagai nara sumber. Dunia player-agent, dengan sertifikasi FIFA, yang merupakan salah satu unit usaha saya, adalah bentuk kontribusi lain untuk segera membuat sepakbola Indonesia menjadi industri.


Apa suka dukanya menjadi agen pemain?
Sudah pasti suka duka itu ada, menjadi agen pemain itu sebuah tantangan tersendiri, apabila kita berhasil bathin kita puas. Profesi Agen pemain itu kadang membuat kita terlambung ke langit ke tujuh namun kadang juga bisa membuat kita terhempas ke dasar bumi. Hahahaha...

Apakah harus ada modal besar?
Modal itu relatif. Bicara angka? Ah, itu rahasia dapur. Hehehe..Memang ada bank guarantee yang angkanya besar dan sesuai arahan FIFA juga diharuskan meng-cover semua aktivitas dengan asuransi. Dan saya memakai satu asurasi dari Australia yang berpengalaman dalam urusan olahraga, termasuk sepakbola. Tapi yang pasti, product-knowledge harus bagus. Kalau networking bisa dibangun dengan sendirinya.

Kalau boleh tahu, berapa fee yang diterima?
Regulasi FIFA jelas menyebut bahwa professional-fee agent itu tidak lebih dari 10%. Selain agensi pemain, apa kiprah Soccerindo Sport Management?

Kalau bicara kiprah, perusahaan saya bukan hanya bicara 'selling
foreign players'.

Saya juga punya perusahaan lain, theWINNERS, yang bicara seputar sport-marketing dan EO.. Untuk football-agent dengan bendera Soccerindo, wilayah operasi saya sudah mencapai Myanmar, Thailand, Malaysia, Singapura dan beberapa negara di Timur Tengah, khususnya Kuwait. Saya juga sudah dan akan terus mencoba untuk memasarkan pemain-pemain berbakat dari indonesia ke beberapa negara.

Berdasarkan data, kini diperkirakan ada 12 agen pemain di Indonesia yang memasok pemain, apakah kerap terjadi persaingan?

Semakin banyak kompetitor semakin baik. Kenapa? Karena  pada akhirnya nanti konsumen/klub yang diuntungkan. Agen berlomba-lomba untuk memasok pemain berkualitas sehingga belanja klub tidak sia-sia. Persoalan menjadi lain apabila persaingan menggunakan cara-cara tidak sehat sehingga pemain yang performa buruk masih bisa laku di Indonesia.

Apa pandangan anda tentang kondisi sepakbola Indonesia dan kisruh
di dalamnya, apa pengaruhnya bagi pemain asing?

Apabila bicara pemain asing dengan kondisi seperti sekarang ini saya rasa sangat berpengaruh, mungkin sebagian diuntungkan dan sebagian dirugikan. Tapi apapun itu dengan kondisi persepakbolaan kita saat ini, jujur semua sektor usaha yang "related to football" akan kena dampaknya.

Apa solusinya?
Ini negeri besar. Ini negeri gila bola, negeri dengan ribuan bakat yang tersebar di banyak titik. Indonesia ini juga negeri dengan potensi industri sepakbola yang besar. Benar-benar luar biasa. Sungguh. Saya tahu, sangat bisa merasakannya dan percaya penuh bahwa Indonesia suatu saat nanti berada di papan atas. Mau tau solusinya? Inilah: mari kita tafakur. Sejenaaak saja.. Rasakanlah...

Penulis: Hendra Kusuma
Editor: Hendra Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved