Sabtu, 18 April 2015

Jack Mania Susupi Suporter

Rabu, 3 Oktober 2012 09:40

Jack Mania Susupi Suporter
Sripo/Dokumen
Ilustrasi.

“Saya di Palembang sejak tanggal 18 September habis PON Riau, saya cuma main ke Palembang. Ibu saya orang Palembang dan keluarga ada di kawasan Lapangan Hatta,” ujar Andrean (18), ketika ditanyai Sripo disela-sela pemeriksaan petugas penyidik Polresta Palembang, Selasa (2/10).

Andrean merupakan anggota the jack mania (suporter Persija), hingga kini masih menjalani pemeriksaan intensif petugas penyidik Polresta Palembang. Andrean yang tercatat sebagai warga Kemayoran Jakarta Pusat, kini statusnya menjadi tersangka atas kepemilikan benda tajam. Selain Andrean, petugas juga menetapkan Jauharli (18) dan Raja (13), keduanya anggota Singa Mania menjadi tersangka atas kepemilikan senjata tajam dan kemasan cuka para.

Andrean dibekuk petugas sesuai terjadinya kasus penyerangan di TKP Jl Brigjen Hasyim kawasan Celentang, Sabtu (29/9) pukul 24.00, dengan barang bukti gear motor yang diikat tali. Sedangkan Jauarli dan Raja, ditangkap sebelum terjadinya peristiwa penyerangan suporter, sekitar pukul 20.00. Dari tangan Raja didapatkan satu sajam yang terselip dalam lipatan baju, sedangkan dari Jauarli didapatkan bungkusan cuka para dan sajam parang.

“Saya benar-benar tidak ikut menyerang. Saya datang ke lokasi (TKP), karena ditelepon teman. Ketika saya datang, saya berinisiatif menyimpan gear motor milik teman. Ketika mau menyimpan, polisi datang dan melihat di dekat saya ada gear,” ujar Andrean.

Andrean yang mengaku sudah tinggal di Palembang sejak dua minggu lalu mengakui, dirinya sama sekali tidak tahu persis mengenai kasus penyerangan suporter. Gear yang dimodif untuk alat tawuran ini, didapatkannya dari seseorang yang merupakan salah satu anggota kelompok suporter SFC.

“Teman-teman bilang habis menyerang anggota Beladas, jadi saya ambil gear dari teman-teman. Saya ke Palembang pulang dari PON Riau,” ujarnya.

Sementara Jauarli dan Raja mengakui, mereka kumpul di kawasan Celentang sebelum terjadi kasus penyerangan, lantaran berniat nonton konser band di BKB. “Tas yang berisi parang dan bungkusan cuka para itu punya Putra. Mereka yang menitipkan tas itu bilang untuk jaga-jaga jika diserang,” ujar Jaurli.

Halaman123
Penulis: admin
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas