A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Jack Mania Susupi Suporter - Sriwijaya Post
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 April 2014
Sriwijaya Post

Jack Mania Susupi Suporter

Rabu, 3 Oktober 2012 09:40 WIB
Jack Mania Susupi Suporter
Sripo/Dokumen
Ilustrasi.
PALEMBANG, SRIPO — Ada dugaan aksi penyerangan suporter SFC terhadap sekelompok suporter SFC lainnya, dilatarbelakangi campur tangan suporter the jack mania (Persija). Dugaan yang masih didalami polisi ini, menyusul tertangkapnya seorang Jack Mania pasca peristiwa penyerangan sekelompok suporter SFC.

“Saya di Palembang sejak tanggal 18 September habis PON Riau, saya cuma main ke Palembang. Ibu saya orang Palembang dan keluarga ada di kawasan Lapangan Hatta,” ujar Andrean (18), ketika ditanyai Sripo disela-sela pemeriksaan petugas penyidik Polresta Palembang, Selasa (2/10).

Andrean merupakan anggota the jack mania (suporter Persija), hingga kini masih menjalani pemeriksaan intensif petugas penyidik Polresta Palembang. Andrean yang tercatat sebagai warga Kemayoran Jakarta Pusat, kini statusnya menjadi tersangka atas kepemilikan benda tajam. Selain Andrean, petugas juga menetapkan Jauharli (18) dan Raja (13), keduanya anggota Singa Mania menjadi tersangka atas kepemilikan senjata tajam dan kemasan cuka para.

Andrean dibekuk petugas sesuai terjadinya kasus penyerangan di TKP Jl Brigjen Hasyim kawasan Celentang, Sabtu (29/9) pukul 24.00, dengan barang bukti gear motor yang diikat tali. Sedangkan Jauarli dan Raja, ditangkap sebelum terjadinya peristiwa penyerangan suporter, sekitar pukul 20.00. Dari tangan Raja didapatkan satu sajam yang terselip dalam lipatan baju, sedangkan dari Jauarli didapatkan bungkusan cuka para dan sajam parang.

“Saya benar-benar tidak ikut menyerang. Saya datang ke lokasi (TKP), karena ditelepon teman. Ketika saya datang, saya berinisiatif menyimpan gear motor milik teman. Ketika mau menyimpan, polisi datang dan melihat di dekat saya ada gear,” ujar Andrean.

Andrean yang mengaku sudah tinggal di Palembang sejak dua minggu lalu mengakui, dirinya sama sekali tidak tahu persis mengenai kasus penyerangan suporter. Gear yang dimodif untuk alat tawuran ini, didapatkannya dari seseorang yang merupakan salah satu anggota kelompok suporter SFC.

“Teman-teman bilang habis menyerang anggota Beladas, jadi saya ambil gear dari teman-teman. Saya ke Palembang pulang dari PON Riau,” ujarnya.

Sementara Jauarli dan Raja mengakui, mereka kumpul di kawasan Celentang sebelum terjadi kasus penyerangan, lantaran berniat nonton konser band di BKB. “Tas yang berisi parang dan bungkusan cuka para itu punya Putra. Mereka yang menitipkan tas itu bilang untuk jaga-jaga jika diserang,” ujar Jaurli.

Sedangkan Raja yang tercatat sebagai siswa kelas 3 SMP, mengaku ia ke Celentang hanya kumpul dan janjian sama teman untuk nonton konser band di BKB. “Aku cuma mau nonton konser band Lyla, terus janjian kumpul di Celentang. Aku tidak tahu pisau siapa yang ada dilipatan baju itu,” ujar Raja yang tidak tahu nama vokalis band Lyla ketika ditanyai.

Kapolresta Palembang Kombes Pol Sabaruddin Ginting melalui Kasat Reskrim Kompol Djoko Julianto didampingi Kanit Pidum Iptu Nanang Supayitna mengatakan, ketiga tersangka memang sudah ditetapkan sebagai tersangka, tapi bukan tersangka kasus penyerangan suporter SFC.

Mengenai adanya dugaan keterlibatan anggota the jack mania sebagai dalang atau provokator mengenai peristiwa penyerangan sekelompok suporter SFC, belum bisa dipastikan. “Pastinya kasus ini masih terus dilakukan petugas penyidik untuk dilakukan pendalaman lebih lanjut. Hingga kini petugas penyidik akan terus secara intensif melakukan penyidikan dan penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Terus Dikawal
Ketua kelompok suporter Beladas Korwil SMS, Edi Ismail menegaskan kepolisian jangan main-main dengan kasus ini. Pihaknya akan mengerahkan anggotanya untuk mengawal kasus yang telah membuat anak buahnya terbaring tak berdaya di rumah sakit. Ia juga meminta supaya pihak kepolisian dapat secepatnya mengungkap siapa pelaku yang sebenarnya, dan menetapkannya sebagai tersangka.
“Kita tahu sudah ada pelaku yang ditangkap empat orang, tiga orang dari Singa Mania dan satu lagi dari The Jack (suporter Persija Jakarta),” katanya.

Untuk satu suporter Persija yang terlibat, Edi tidak nyakini bahwa ia adalah dalang dari penyerangan ini. Ia meyakini Andrean hanya terkena pengaruh dari kelompok Singa Mania yang tidak senang dengan Beladas. Lagipula hubungan Beladas dengan The Jack sangat baik, dan tidak ada persoalan atau dendam apapun. Ia menyakini keterlibatan dari suporter The Jack, Andrean hanyalah sikap dari oknum bukan organisasi secara keseluruhan.

“Saya sudah bicara dengan Ketua The Jack, Rico bahwa katanya memang Andrean ini adalah anggota dari The Jack. Berhubung memang banyak sanak-saudaranya ada di sini jadi Andrean ini main di Palembang,” jelasnya.

Sementara, Ketua Kelompok suporter Singa Mania yang dikonfirmasi terpisah mengakui bahwa telah terjadi bentrokan antar kelompoknya dan Beladas. Hanya saja ia belum mengetahui secara pasti penyebab dari peristiwa ini dan siapa yang memulai terlebih dahulu. Ia meyakini kejadian ini di luar dari konteks organisasi suporter yang diketuainya. Bisa jadi penyebabnya oleh karena persoalan  atau dendam pribadi yang tidak ada sangkut pautnya dengan Singa Mania.

“Kita sedang mendalami inti permasalahan ini dan akan kita cari solusi demi kepentingan bersama. Kita hormati proses hukum yang berlaku dan saya juga minta jangan langsung menyimpulkan mereka terlibat dalam kejadian semalam,” pungkasnya.  (mg19/cw2)
Penulis: admin
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
143381 articles 17 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas