Sabtu, 1 Agustus 2015

150 Ayam Serama Ikut Kontes di Kambang Iwak

Minggu, 30 September 2012 17:09

150 Ayam Serama Ikut Kontes di Kambang Iwak - Ayam_serama1.JPG
SRIPOKU/EKO ADIASAPUTRA
Salah satu anakan ayam serama yang mengikuti Kontes Ayam Serama Palembang Darussalam di Kambang Iwak Palembang, Minggu (30/9/2012).
150 Ayam Serama Ikut Kontes di Kambang Iwak - Ayam_serama2.JPG
SRIPOKU.COM/EKO ADIASAPUTRA
150 Ayam Serama Ikut Kontes di Kambang Iwak - Ayam_serama3.JPG
SRIPOKU.COM/EKO ADIASAPUTRA

Sekitar 150 ekor ayam serama kategori peranakan hingga dewasa pun dibawa untuk meramaikan meja catwalk sebagai panggung kontes ayam mini yang kian populer beberapa tahun terakhir ini.

Setidaknya 10 kelas atau kategori standar yang ditampilkan dalam kontes ini, selain tambahan kategori spesialis dan the best of the best. Peserta yang mengikuti kontes ini datang dari berbagai daerah seperti Jambi, Lampung, Bangka Belitung dan tentu saja beberapa daerah di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel).

Seperti biasa, secara umum penilaian dalam kontes ini meliputi beberapa hal penting yang berhubungan langsung dengan penampilan ayam, seperti postur, gaya dan kelangkapan bulu bagi ayam peranakan (sebuatan untuk ayam serama yang masih kecil atau masih anakan).

Ketua Kapass, Bernie mengatakan, ini kedua kalinya kontes ayam serama digelar di Palembang. Tidak ada momen spesial yang melatarbelakangi terlaksanaya kontes. Semua didasari untuk semakin mempopulerkan ayam serama di Bumi Sriwijaya, selain mempererat silaturahmi antar sesama penggemar dan pelestari ayam mungil yang bernilai mahal ini.

Menurut dia, perkembangan ayam serama di Sumsel cukup menggembirakan. Perlahan namun pasti, komunitas penggemar ayam asal Malaysia ini terus bertambah banyak. Demikian juga dengan populasi ayam serama yang sudah semakin mudah ditemui hampir di seluruh daerah di Sumsel. Ia pun berharap, keberadaan ayam serama bisa menjadi objek hobi positif yang tidak hanya untuk kepuasan pribadi, tapi juga melahirkan semacam kelestarian hewan atau binatang yang dinilai unik ini.

“Saya pikir perkembangan ayam serama di Sumsel cukup mengalami kemajuan. Sekarang sudah sangat banyak orang yang memelihara ayam ini. Bahkan tidak sekadar memenuhi hobi, banyak juga yang sudah mengambil peluang usaha di bidang ini,” ujar Bernie.

Kendati ayam serama sudah cukup mudah ditemui, namun harga ayam mungil ini ternyata masih tetap tinggi. Seperti di lokasi kontes kemarin, banyak para pedagang atau pemelihara ayam serama yang menjual beberapa ayam mulai dari anakan hingga dewasa yang siap diikutsertakan dalam kontes.

Halaman12
Penulis: Eko Adiasaputro
Editor: Eko Adiasaputro
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas