A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

150 Ayam Serama Ikut Kontes di Kambang Iwak - Sriwijaya Post
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 26 Juli 2014
Sriwijaya Post

150 Ayam Serama Ikut Kontes di Kambang Iwak

Minggu, 30 September 2012 17:09 WIB
150 Ayam Serama Ikut Kontes di Kambang Iwak - Ayam_serama1.JPG
SRIPOKU/EKO ADIASAPUTRA
Salah satu anakan ayam serama yang mengikuti Kontes Ayam Serama Palembang Darussalam di Kambang Iwak Palembang, Minggu (30/9/2012).
150 Ayam Serama Ikut Kontes di Kambang Iwak - Ayam_serama2.JPG
SRIPOKU.COM/EKO ADIASAPUTRA
150 Ayam Serama Ikut Kontes di Kambang Iwak - Ayam_serama3.JPG
SRIPOKU.COM/EKO ADIASAPUTRA
SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Puluhan penggemar ayam serama berkumpul untuk memeriahkan Kontes Ayam Serama Palembang Darussalam yang digelar Komunitas Pelestari Ayam Serama Sumatera Selatan (Kapass) di Kambang Iwak (KI) Palembang, Minggu (30/9/2012).

Sekitar 150 ekor ayam serama kategori peranakan hingga dewasa pun dibawa untuk meramaikan meja catwalk sebagai panggung kontes ayam mini yang kian populer beberapa tahun terakhir ini.

Setidaknya 10 kelas atau kategori standar yang ditampilkan dalam kontes ini, selain tambahan kategori spesialis dan the best of the best. Peserta yang mengikuti kontes ini datang dari berbagai daerah seperti Jambi, Lampung, Bangka Belitung dan tentu saja beberapa daerah di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel).

Seperti biasa, secara umum penilaian dalam kontes ini meliputi beberapa hal penting yang berhubungan langsung dengan penampilan ayam, seperti postur, gaya dan kelangkapan bulu bagi ayam peranakan (sebuatan untuk ayam serama yang masih kecil atau masih anakan).

Ketua Kapass, Bernie mengatakan, ini kedua kalinya kontes ayam serama digelar di Palembang. Tidak ada momen spesial yang melatarbelakangi terlaksanaya kontes. Semua didasari untuk semakin mempopulerkan ayam serama di Bumi Sriwijaya, selain mempererat silaturahmi antar sesama penggemar dan pelestari ayam mungil yang bernilai mahal ini.

Menurut dia, perkembangan ayam serama di Sumsel cukup menggembirakan. Perlahan namun pasti, komunitas penggemar ayam asal Malaysia ini terus bertambah banyak. Demikian juga dengan populasi ayam serama yang sudah semakin mudah ditemui hampir di seluruh daerah di Sumsel. Ia pun berharap, keberadaan ayam serama bisa menjadi objek hobi positif yang tidak hanya untuk kepuasan pribadi, tapi juga melahirkan semacam kelestarian hewan atau binatang yang dinilai unik ini.

“Saya pikir perkembangan ayam serama di Sumsel cukup mengalami kemajuan. Sekarang sudah sangat banyak orang yang memelihara ayam ini. Bahkan tidak sekadar memenuhi hobi, banyak juga yang sudah mengambil peluang usaha di bidang ini,” ujar Bernie.

Kendati ayam serama sudah cukup mudah ditemui, namun harga ayam mungil ini ternyata masih tetap tinggi. Seperti di lokasi kontes kemarin, banyak para pedagang atau pemelihara ayam serama yang menjual beberapa ayam mulai dari anakan hingga dewasa yang siap diikutsertakan dalam kontes.

Untuk sepasang anakan dijual seharga Rp 400 ribu, sedangkan ayam dewasa berkisar Rp 2 juta-Rp 4 juta. Berbeda dengan ayam serama yang memang sudah sering mengikuti kontes, apalagi langganan juara. Harga ayam serama seperti ini umumnya dibandrol di atas Rp 5 juta hingga puluhan juta rupiah.

Jimmy, salah seorang penggemar ayam serama asal Jambi yang ditemui di lokasi kontes mengatakan, ketertarikan memelihara ayam serama tidak hanya sebatas mengikuti kontes dan menang. Lebih dari itu, ada kepuasan saat berhasil mengembangbiakan ayam unik itu. Pria berkacamata ini pun cukup aktif mengikuti sejumlah kontes di berbagai daerah, terutama di Palembang.

“Sampai saat ini beberapa ayam yang saya bawa belum pernah merasakan jadi juara. Tapi saya tidak pernah menyerah. Bagi saya kompetisi ini bukan hanya soal menang atau kalah. Tapi dengan ajang seperti ini saya lebih banyak kesempatan untuk memperoleh pengetahuan pengalaman dan pergaulan, minimal dengan sesama penggemar ayam serama,” tandasnya.


Penulis: Eko Adiasaputro
Editor: Eko Adiasaputro
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas