Jumat, 28 November 2014
Sriwijaya Post

Pukuli Pramugari, Pejabat Cina Dinonaktifkan

Rabu, 5 September 2012 05:25 WIB

SRIPOKU.COM - Seorang pejabat Cina yang dituduh melakukan pemukulan terhadap seorang pramugari telah dinonaktifkan selama penyelidikan berlangsung.

Kantor berita Xinhua menyebut Fang Daguo sebagai pejabat senior dari Distrik Yuexiu di provinsi Guangdong.

Ia dituduh menyerang si pramugari karena perselisihan terkait bagasi dalam penerbangan dari Hefei ke Guangzhou pekan lalu.

Awalnya, penyelidikan lokal membebaskan dirinya dari semua tuduhan dan keputusan itu memicu kemarahan para netizen dan media pemerintah.

Insiden yang terjadi hari Rabu lalu itu teruangkap setelah pramugari maskapai China Southern Airlines itu melaporkannya di situs mikroblog.

Kisahnya diretweet lebih dari 30.000 kali, seperti dilaporkan Shanghai Daily. Foto-foto memar, lecet dan sobekan di seragamnya akibat pemukulan itu juga dipublikasikan online.

'Tegas'
Pada hari Jumat, pernyataan pemerintah setempat menyalahkan istri Fang atas insiden itu, tetapi membebaskan si pejabat dan mengatakan kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan.

Tetapi netizen dan kantor berita Xinhua mempertanyakan kebenaran informasi tersebut.

Xinhua menurunkan laporan Sabtu yang mengkonfirmasi pernyataan si pramugari, dan mengutip seorang saksi mata di penerbangan tersebut.

Menurut Xinhua kejadian itu dipicu argumen karena si pejabat tidak bisa meletakkan tasnya akibat kompartemen bagasi di atas kursi penumpang sudah penuh.

Dalam laporan yang dipublikasikan Senin malam, pasangan suami istri tersebut "mengeluarkan aroma alkohol."

Editorial Global Times mengatakan konflik antar apejabat dengan publik "semakin bermasalah."

"Opini publik mengambil sikap tegas terhadap pembatasan kekuasaan," kata editorial tersebut.

"Inilah sebabnya, setiap tindakan pejabat yang tidak layak, apa pun situasinya, dapat berujung pada peristiwa publik yang dapat menarik perhatian nasional."

Para pengguna internet sangat vokal dengan kritik mereka terhadap para pejabat yang dinilai melakukan kesalahan.
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Tribunnews

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas