A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Bupati MAPPI Provinsi Papua Belajar Mengelola Perizinan di Palembang - Sriwijaya Post
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 20 Agustus 2014
Sriwijaya Post

Bupati MAPPI Provinsi Papua Belajar Mengelola Perizinan di Palembang

Kamis, 30 Agustus 2012 20:21 WIB
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Bupati MAPPI Provinsi Papua, Stefanus Kaisme Sos, bersama rombongan DPRD setempat, Kamis (30/8/2012), mengunjungi Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) Palembang untuk belajar mengelola perizinan.

Menurut Stefanus, KPPT Palembang layak menjadi objek studi banding, karena dinilai sudah berhasil mengelola perizinan dengan sistem layanan yang baik.

“Kami harus belajar banyak dari Palembang. Terlebih Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri RI memang sudah merekomendasikan kami untuk belajar ke sini,” ujar Stefanus.

Ia mengatakan, banyak hal yang menjadi objek studi banding kali ini. Antara lain, belajar mengenai dasar hukum pelaksanaan pelayanan perizinan, struktur organisasi, tupoksi, proses rekruitmen SDM, dan mekanisme pelaksanaan tugas tim teknis.

Selanjutnya, pembinaan kepegawaian, komitmen Kepala Daerah dan berbagai hal penting lainnya, yang nantinya sebagai pedoman untuk meningkatkan pelayanan perijinan di KPPT MAPPI, Provinsi Papua.

“Ya tentu tidak semua informasi penting ini bisa kita serap dalam sehari ini. Mungkin dalam waktu dekat kami akan kembali berkunjung ke sini dan membawa SDM yang mungkin juga akan kami magangkan di sini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala KPPT Kota Palembang, Drs M Sadruddin Hadjar MSi
mengatakan, KPPT Kota Palembang selalu terbuka untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, serta informasi dan data terkait dengan pelayanan perizinan dengan pihak mana pun juga.

Seperti biasa ketika ada kunjungan, pihaknya akan memaparkan profil dan penayangan video profil KPPT Kota Palembang.

Di akhir paparan, diberikan kesempatan untuk tanya jawab dan sharing terkait dengan pelayanan perizinan yang diterapkan KPPT Palembang.

Menurut Sadruddin, saat ini KPPT Palembang sudah melayani 32 jenis perizinan.

Mulai dari perizinan industri, pendirian usaha, sarana ibadah, hingga pemkaman.

Dalam sehari, kata dia, pihaknya rata-rata menerima 300 permohonan izin dari masyarakat Palembang.

Jaminan kemudahan disertai layanan prima, menjadi salah satu prinsip kerja yang diterapkan.

Jika pemohon telah melampirkan persyaratan dengan lengkap, pihaknya menjamin urusan perizinan bisa selesai dalam waktu paling lama 14 hari.

“Masyarakat yang ingin tahu banyak tentang cara mengurus perizinan, bisa datang ke sini (Kantor KPPT Jl Merdeka). Di sini kami juga menyediakan informasi melalui komputer yang bisa dilihat sendiri. Semua penjelasan dan syarat ada di sana,” katanya.

Antusias masyarakat dalam mengurus perizinan, ternyata membuat pihak KPPT Palembang kewalahan.

Sekitar 40 orang pegawai yang ada dirasa sudah tidak cukup untuk melayani permohonan dari masyarakat.

Ada wacana, bahwa KPPT ini akan dijadikan sebuah badan, sehingga baik fasilitas maupun jumlah pegawai bisa ditambah.

“Sempat ada wacana demikian, tetapi kita serahkan semuanya pada Walikota Palembang. Kalau memang akan dijadikan badan, tentu akan lebih baik lagi,” tandasnya.
Penulis: Eko Adiasaputro
Editor: Sudarwan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
125187 articles 17 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas